In any tradition, food generally symbolizes as one of the means to share happiness and togetherness. Traditional food is generally regarded as denotation of preserving the cultural legacy in particular society. Well! Couple days ago, some of Aceh regencies celebrated togetherness by inviting local people to cook the traditional food publicly or outdoor cooking fiesta. This is included as the one of the most favorite food among the locals and it has been culturally conducted annually since many years ago. I would like to show you some photos of public cooking traditional food activity in Pidie, Aceh, Indonesia. Yup! It is traditionally called "Toet Apam" more likely modern people call "Cooking Pancake." (Since I cant be able to find the appropriate word in English).
Dalam tradisi manapun, makanan pada umumnya melambangkan sebagai salah satu sarana untuk berbagi kebahagiaan dan kebersamaan. Makanan tradisional umumnya dianggap sebagai denotasi untuk melestarikan warisan budaya dalam masyarakat tertentu. Baik! Beberapa hari yang lalu, beberapa kabupaten di Aceh merayakan kebersamaan dengan mengundang masyarakat setempat untuk memasak makanan tradisional di tempat umum. Ini termasuk sebagai salah satu makanan paling favorit di antara penduduk setempat dan telah dilakukan secara budaya setiap tahun sejak beberapa tahun lalu. Saya ingin menunjukkan kepada Anda beberapa foto kegiatan memasak makanan tradisional masyarakat di Pidie, Aceh, Indonesia. Ya! Secara tradisional disebut "Toet Apam" kurang lebih sama sebutan orang modern sekarang menyebutnya"Memasak Pancake." (Karena saya tidak dapat menemukan kata yang tepat dalam bahasa Inggris).