Sepanjang Maret 2018, saya menyumbang andil memengaruhi tiga kawan bergabung ke #steemit, mereka semua satu kantor. Bagi saya ini cukup menyenangkan, menambah banyak kawan untuk diskusi materi di kala senggang.
Bertahun-tahun saat tak sibuk, saya selalu mampir ke kantor Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) di kawasan Kebon Raja, Banda Aceh. Di sana saya numpang untuk mengerjakan aktivitas sehari-hari, sampai diskusi tentang anti-korupsi, isu sosial, politik, kampanye media, Pemilu dan lainnya.
Materi diskusi bertambah sejak saya bergabung ke #steemit sekitar dua bulan yang lalu. Tapi hanya dengan dua orang pekerja MaTA yang telah duluan bergabung ke sana, Hafidh () dan Baihaqi (
). Di sela-sela rutinitas, steemit selalu menjadi bahasan kami bertiga.
Beberapa kawan yang lain mencuri dengar dan ikut nimbrung, mereka bertanya dan kami menjawab sebatas kemampuan, maklum masih #plankton. Sambil #promo-steemit, saya sering mengajak mereka dengan kata sederhana, “buatlah akun, gabung ke steemit biar enak ngomong saja.”
[Ilustrasi jaringan steemit | Dok pribadi]
Yang paling serius tampaknya Yusrizal, sang pengamat bola, fans Arsenal. Setiap saya dan bicara soal postingan, Bang Yus -begitu kami memanggilnya- selalu bertanya. Dia kemudian bergabung ke steemit dengan akun
. Kawan diskusi bertambah satu di kantor itu.
Bang Yus, sempat mengeluh tak tahu menulis apa. Kami sarankan untuk menulis tentang pemain maupun review pertandingan bola. Kini dia kerap mengisi blognya dengan materi yang menjadi hobbynya itu.
Perlahan yang lain tertarik, salah satunya Bang Amel yang jarang bertanya langsung. Tapi dua pekan lalu dia mengakui mengutak-atik media sosial itu seorang diri, ternyata dia telah mendaftar dan lolos verifikasi. Akunnya bernama , yang sudah terisi tiga postingan yang semuanya masih bernilai nol.
Satu lagi Alfian, saya ajak bergabung setengah memaksa. Dia hanya sesekali bertanya soal steemit dengan nada tak serius. Ketika mendaftarkan diri pertengahan Maret lalu, dia masih ogah-ogahan. Dan Kamis kemarin, dia telah memulai postingan pertama di akunnya .
[Screenshoot akun mereka]
Alfian sedikit lebih beruntung dibandingkan dua rekan lainnya. Mempunyai banyak rekan yang telah lebih dulu bergabung di steemit. Sehari setelah postingan perkenalan diri, reputasinya sudah 32, dari 25 saat akun dibuka. Reward upvote yang didapat di atas $1 SBD.
Setelah mereka bergabung, bicara steemit lebih asyik saat tak sibuk di kantor MaTA. Masih ada beberapa pekerja di sana yang belum bergabung, mungkin nanti. Selamat bergabung kawan, nikmatilah perlahan media sosial ini. []