Banyak orang takut ketika terlintas dipikirannya tentang resiko. Umumnya melihat resiko sebagai sebuah bahaya. Resiko adalah kesulitan. Resiko adalah kesakitan. Padahal resiko adalah hal yang memang mengiringi sebuah kehidupan. Bukankah hidup itu juga sebuah resiko. Yang setiap saat untuk keberlangsungan kehidupan kita menempuh resiko. Bukankah semua yang kita miliki saat ini dalam bentuk apapun adalah hasil dari sebuah resiko?
Kita kadang harus menciptakan resiko untuk menjadi aebuah peluang. Sebuah peluang apapun itu pasti diiringi dengan resiko. Resiko dengan peluang terkadang dilihat sebagian seorang sesuatu yang terpisah. Seperti melihat bayangan dengan sumber sinarnya. Terpisah hanya dalam penglihatan tapi menyatu dalam kenyataaan.
[*hamparan sawah]
Karenanya sebuah kesuksesan tentu ada resiko yg harus di ubah menjadi peluang. Ketika ingin masuk syurga maka kita harus melakukan banyak hal yang sesuai tuntunan agama. Tidak cukup itu saja. Kita harus menghadapi beberapa resiko. Misalnya harus mengorbankan waktu tidur menjelang subuh. Resiko harus meninggalkan pekerjaan saat saat waktu shalat. Resiko harus meninggal banyak kesenangan duniawi dan lain lain.
Gadis kecil penjual tisu di lampu merah contohnya. Demi impiannya sedikit uang iya harus berdapan dgn resiko terpapar polusi, teriknya matahari dan kehilangan waktu bermain. Iya mengambil resiko itu karena ada peluang yg ingin dicapai. Ada sesuatu yg namanya keberhasilan setelah semua resiko itu dijalaninya. Makanya di masyarakat kita banyak kemiskinan dan kemudharatan di sebabkan ketakutan mengambil resiko.
[*anak menjual tisu]
Di pikiran kita selalu berkembang ketakutan ketika sebuah resiko nampak terpapar. Memilih mengalah dan terpuruk sepanjang hidup. Padahal mengalah dan tidak mau berhadapam dengan resiko demi sebuah impian kita telah mengambil resiko yang lain. Yaitu resiko hiduo susah atau jauh dari pencapaian pencapaian yang menyenangkan. Bukankah miskin dan melarat juga resiko. Mengapa tidak kita memilih saja resiko yang berpeluang dari pada berdiri di resiko pasti dan kita kalah.
Andaikan kita berada di tengah jembatan sempit dan di hadang oleh musuh dikedua ujung jembatan. Maka berdiri saja di tengah dan tidak melawan di pastikan resiko kita akan mati kelaparan dam kehausan. Maka rsiko terbaik adalah menerjang salah satu lawan diantara keduanya. Resiko kalah ada. Tapi peluang menang juga pasti ada.
Begitulah kehidupan. Hadapi resiko dan hitung resiko mana yang paling mungkin menghasilkan peluang. ()