Tulisan kali ini hanyalah sebuah catatan saya untuk sahabat steemians yang pernah saya jumpai, bahkan yang telah mengikuti saya, dan belum pernah saya lihat wajahnya sama sekali. Ini bukan tulisan absurd, dan memang sedikit berbeda dari tulisan-tulisan saya sebelumnya. Karena pada tulisan saya kali ini saya sedang tidak ingin mengemas kata sedemikian rupa untuk sebuah panduan yang akan saya bagikan dengan anda. Kali ini saya ingin menuliskan tentang saya yang benar-benar saya. Bukan fiksi atau reka imaji.
Untuk sahabat Steemians..
Steemit telah menjadi primadona baru dunia media sosial berbasis blogger ini, kehadiran steemit dalam hal mencari pertemanan baru, tidak jauh beda dengan media sosial lainnya, hanya saja di steemit ada nilai reward dan juga terletak pada beberapa hal yang menjadi perbedaan kasta.
- Reputasi
- Steem Power
- Kualitas Konten
- Follower
Pada Tulisan kali ini saya hanya ingin menulis sedikit surat terbuka untuk sahabat steemians. Saya tidak bisa mendiskripsikan bagaimana saya di pandangan anda saat ini. dengan kondisi Reputasi saya, steem power yang sedikit saya miliki, konten standart tanpa kualitas yang bermanfaat untuk steemians, dan follower yang telah salah memilih saya sebagai teman steemiansnya.
Beberapa hari terakhir banyak dari kawan steemians yang mengangkat nama saya di steemit sebagai suatu polemik yang terjadi di dalam steemit yang menjadi beda pemahaman antar komunitas. jika saya dikatakan sebagai role model, anda salah persepsi tentang hal itu, jika anda katakan mengikuti saya karena postingan saya, anda juga salah, banyak steemians hebat yang lebih kompenten dari post saya yang banyak amburadul.
Beberapa bulan belakangan ada satu masalah yang membuat fokusku meremang. masalah tentang beda komunitas yang menjadi pemicu keretakan antar hubungan humanis sesama steemians. Dulu kita sandingkan dua komunitas ini dan mulai membesarkan steemit bersama di negeri ini, dulu antar komunitas kita tersenyum dan saling bercengkrama karena kita sejalan dalam membangun steemit untuk mereka yang membutuhkan bimbingan dan juga promo steemit yang mempop-up pertumbuhan steemit di negeri ini.
Ya.. itu dulu kawan steemians.. tetapi tidak lagi sekarang, hanya karena beda komunitas kita tak bisa lagi bercengkarma dalam komentar maupun support dalam segala hal. Saya pahami dunia terlalu kecil untuk orang yang berpikir steemit milik 1 komunitas saja dan harus tunduk pada satu komunitas, ini hanya satu hal kecil dalam steemians, pendiri steemit Scoot & juga
Laminer saja berperang dalam steemit karena beda persepsi dan akhirnya mereka bercerai lalu mencari kemandirian masing masing.
Saya memiliki komitmen dengan Komunitas yang saya bangun. Apa yang harus saya lakukan jika rasa takut justru datang dari rumah sendiri. Jika hanya masalah antar komunitas menjadi pemecah hubungan sungguh ironis memang dunia steemit ini, tetapi apa boleh dikata, realita memang tak bisa dihindari dari kenyataan ratusan pengguna steemit di Indonesia ini ada satu dua tiga manusia yang menjadi jarum dalam badan komunitas, tetapi selama saya masih nyaman dengan komunitas yang saya bangun dan telah melahirkan ratusan steemians yang siap menjadi steemians dan mampu berkarya di steemit ini dengan baik akan menjadi kebanggan tersendiri walau kita telah di khianati karena banyak yang telah lupa pada dasarnya.
Saya berusaha bersikap biasa saja seolah itu hanya masalah kecil bak bocah SD yang tidak bisa mengerjakan PR matematikanya dan ia tak berani minta pertolongan siapapun.
Yang saya lakukan? Mendistraksikannya dengan topik yang telah konsisten saya kerjakan. Menulis beberapa artikel dan juga panduan untuk membangkitkan semangat para steemians dalam mendefinisikan steemit ini yang begitu luas jangkauannya. Walau postingan tak sepadan dengan nilai reward yang bermanfaat untuk mereka.
Untuk sahabat steemiansku, Apa yang saya tulis di steemit ini menjadi catatan sejarah yang tersimpan secara permanent di dalam blockchain tanpa bisa di hapus lagi, postingan berupa artikel saya yang mungkin sering muncul di Feed kalian semua itu adalah konten untuk menambah wawasan saya dan juga anda, jika tak bermanfaat abaikan saja! Saya menulis apa yang saya ketahui dan ingin menulis untuk bisa berbagi. Dan yang ingin saya tulis semoga bermanfaat untuk para pembaca dan dapat mengambil hikmah serta ada ilmu yang tersimpan di dalamnya.
Selanjutnya untuk kalian teman-teman steemians tercinta, saya minta maaf jika kalian merasa tak nyaman lagi bersama saya dalam kehidupan nyata, tapi saya harap tidak sedemikian parahnya, bukankah hubungan silaturahmi jauh lebih baik dari hubungan media sosial? walau kita beda komunitas yang menjadi pemicu retak hubungan humanis ini. Tapi jujur itu cara yang bisa saya lakukan untuk sedikit membuat tenang pikiran dan hati saya. Mungkin postingan ini akan lebih absurd dari postingan-postingan saya sebelumnya.
Kesimpulan postingan ini, secara telanjang saya kacau tapi saya membungkusnya agar tak ada lagi hal yang perlu kalian tanyakan. Tapi pada postingan ini saya mencoba transparan bahwa sebenarnya inilah permasalahannya, Hubungan antar komunitas retak, Steemit di negeri ini telah menjadi sistim partai penguasa. mudah mudahan tidak sedemikian parahnya, saya, anda dan mereka adalah manusia yang punya hati dan punya rasa.
Semoga, saya, anda dan mereka masih bisa menjalin hubungan nyata yang lebih baik dari dunia hitam blockchain steemit ini, yang telah membuat kita tak lagi rasa saling percaya apa lagi bercengkrama.
Oke, sebelum postingan makin kacau lebih baik saya akhiri saja Wabillahitaufik Walhidayah.. postingan kali ini dengan sebuah cuplikan lagu dari Tulus ‘Jika kau pikir, aku sekuat itu....
All Image pixabay.com