Senin (15/1) siang, aku datang ke markas Aceh Trend di bilangan Tibang, Banda Aceh. Di dekat pintu masuk sebuah spanduk sisa kegiatan Meetup KSI Chapter Banda Aceh dua hari lalu masih terpasang di sana. Bangunan rumah Aceh yang konon kayu-kayunya diangkut dari Teupin Raya, Pidie, berdiri kokoh di komplek seluas lapangan sepakbola. Rumah berwarna coklat dengan atap rumbia nampak sepi. Sebuah grand Livina putih sedang parkir di sisi kanan.
"Ada bang Risman," kata Riadi. "Itu mobil putih beliau," sang teman menunjuk ke mobil yang kulihat barusan.
Seorang pria yang sebagian rambutnya serupa dengan warna perak sedang rebahan di kursi bambu. Tangannya asik memainkan handphone. Aku sempat mengintip sebentar, rupanya dia sedang membuka Steemit.
Aku sengaja tidak menegurnya. Dia pun seperti tidak menyadari kehadiran saya di sana. Aku sempat mengabadikan momen dia sedang rebahan itu, dalam beberapa pose. Lalu, aku beranjak keluar ke jalan memotret spanduk berukuran besar yang dipasang di pagar komplek.
Setelah semua dokumen kurasa cukup, aku pun berlalu di hadapannya, menyapa dan mengulurkan tangan untuk menyapanya. Dia menatap saya sebentar dan menyambut uluran tangan saya dengan ramah.
"Kenapa kemarin tidak datang," tanya dia kemudian. Aku hanya menjawab kalau tempo hari itu pulang ke kampung. "Ada pesta di depan rumah," jawabku.
Selain spanduk yang terpasang di pagar komplek, nyaris tak tampak sisa-sisa dari acara Meetup KSI Chapter Banda Aceh tempo hari. Poster kecil Steemit yang sempat kulihat dari posting teman-teman dan ditempel di tiang penyangga pun sudah tak ada lagi.
Bahkan spanduk ukuran besar yang desainnya dibuat oleh sudah raib dari tempat yang tempo hari digantung di dinding rumah. Jika kalian datang lagi pasti tak bakal mengira bahwa di lokasi itu sebuah hajatan besar yang menghadirkan lebih seratusan Steemian pernah digelar.
Aku sempat mengobrol dengan bang Risman mengenai keseruan acara yang menghadirkan para dedengkot Steemit seperti Kautsar alias , Reza Pahlevy atau
, Mariska Lubis alias
, dan
. Terus terang aku sedih tidak bisa hadir berkopi darat dengan para Steemian yang menggetarkan jagat media sosial berbasis blockhain itu.
Tapi, bertemu bang adalah berkah. Aku sedikit tahu bagaimana kegiatan itu berjalan dan konten apa yang mereka diskusikan. Meetup KSI Chapter Banda adalah hal positif yang bakal mendaraskan lahirnya konten berkualitas, seumpama rumah Aceh yang juga dibangun dari bahan-bahan berkualitas. []