Ada beberapa foto dimana Aku menjadi objek di dalamnya. Tentu untuk mendapatkan foto itu Aku harus minta bantu sama beberapa kawan yang bersedia menjadi photografer. Tidak tahu kenapa, Aku senang saja menjadi objek dalam foto yang latarnya adalah keindahan Pulau Keluang. "Mungkin, inilah saatnya Aku jadi model Pulau Keluang" Aku bergumam. Saat itu ingin sekali mengupload beberapa foto yang kuanggap bagus. Akan tetapi jaringan internet Telkomsel yang iterdapat di pulau tidak sekencang di Banda Aceh. Aku terpaksa harus menunda dulu rencana pamer itu.
Tidak bosan-bosannya. Foto-foto itu berulangkali kulihat lagi. Entah berapa kali sudah galery Aku buka tutup untuk melihat foto yang sama. Semakin kulihat semakin Aku suka, dan muncul lagi keinginan untuk berbagi di media sosial yang Aku miliki. Lagi-lagi harus menunda karena alasan jaringan. Mungkin nanti setelah menyeberang pulau, Aku akan mencoba mengupload minimal satu saja dulu. Sambil memantau tanggapan dari teman-teman dunia maya.
Suara mesin perahu motor yang akan menjemput kami terdengar sudah sangat dekat. Kami segera bergegas menuju bibir pantai tempat perahu bisa disandarkan. Saat perahu bersandar satu persatu kami menaikinya. Bang Raman sebagai juru kemudi siap mengantarkan kami berlima ke seberang meninggalkan Pulau Keluang. Perahu motor berjalan pelan membelakangi pantai pulau yang berpasir putih. Hanya juru kemudi yang melihat ke arah depan, sementara kami berlima serentak memandang ke arah pulau yang sedang kami tinggalkan. Ada rasa tidak puas yang terganjal, rasanya masih ingin berlama-lama menikmati keindahannya. Perahu motor Bang Raman berjalan semakin kencang, hanya kata selamat tinggal yang terucap dalam hati. Mungkin suatu saat kami akan kembali.