Halte stasiun selalu mengingatkanku padamu. Saat semua orang berlomba-lomba mengejar dunia mereka. Aku ingin duduk terdiam di duniaku sendiri; menikmati rasa saat menunggumu disini.
Kala itu kamu datang menemuiku dan membawakan buku sebagai tanda awal kisah kita di dunia nyata. Lalu tertawa renyah bersama berbagi cerita. Itulah moment pertama saat kami berjumpa.
Kini harusnya aku sudah tahu, bahwa tentangmu semua sudah berubah. Hanya saja aku sulit merelakan. Sulit memberitahu diri sendiri, bahwa setiap orang bisa berubah, dan aku harus menerimanya. Karena menurutku setiap kejadian memiliki tujuan masing-masing.
Semoga kita bisa menatap langit yang sama. Langit yang menjadi saksi bahwa aku pernah menjadi perempuan yang paling bahagia mengenalmu.