" pedas tapi lezat.. "
" aku enggak suka pedes tapi ini enak banget"
" tambah nasi lagi, boleh enggak?"
Aku tertawa melihat beberapa tingkah teman-teman komunitas bekasi dan yogyakarta yang pernah aku bawa ke DJ Resto yang ada di Jln. A.H.Nasution sebelah kanan berdekatan dengan kampus UIN SGD Bandung. Tempatnya cukup luas dan efektif. Banyak sekali pengunjung yang berdatangan dari luar kota dan dalam kota.
Pertama kali masuk ke DJ Resto ada kursi panjang dan ada lima saung yang bisa kita pakai untuk lesehan (duduk terdampar di lantai berlapiskan kayu). Ada arsitektur karya-karya suku Sunda yang dipajang. Ada mushola dan toilet juga tersedia. Mungkin, tempat makan ini kurang familiar yang jarang ke Bandung Timur. Karena, Dj Resto ini tidak memiliki cabang dimanapun kecuali hanya di Cibiru. Aku pun cukup bersyukur. Alhamdulillah.
Untuk dapat menikmati makanan khas Sunda ini cukup sekali untuk kantong mahasiswa. Nasi, Ayam goreng atau bakar, tahu, tempe, sambal merah terasi dan sambal leunca, serta lalapan (sayuran sebagai pelengkap makanan) cukup dengan dua puluh ribu rupiah ditambah air teh hangat dengan gelas besar. Enak ya😊
Disini tersedia seafood, ayam, bebek, ikan, tahu, tempe, sosis, perkedel kentang, aneka kerupuk, usus ayam dan beberapa jus yang ditawarkan untuk menimati minuman dingin ataupun hangat.Biasanya yang aku beli adalah daging bebek goreng. Renyah dan nikmat. Mama aku yang tidak menyukai daging bebek pun. Jadi sangat sangat menyukai daging bebek hanya di DJ Resto.
Thanks you, DJ Resto bikin mama aku sangat bahagia dan beberapa kali memintaku untuk membawa makanan daging bebek.
Teman-teman Bekasi tidak biasa untuk makan lalapan. Kali ini, aku tantang teman-teman untuk memakannya. Apa jawabannya?
" boleh nambah lalaban dan sambalnya? "
kami pun tertawa bersama.
Ahda Jaudah
ig :
email : ahda.jaudah@gmail.com