Dear Steemian
Hidup itu bagaikan kertas putih, jika ditulis akan kotor dan penuh dengan coretan-coretan pena atau pensil.
Jika kita mengisi kertas putih itu dengan pena, maka kita harus dengan teliti dan sangat hati-hati untuk menggoreskan pena tersebut, Agar pena itu tidak merusak kertas putih, Dan membuat kertas putih menjadi jelek, oleh karena itu Kita melukis harus dengan hati-hati.
Begitu juga dengan hidup kita, kita harus menggunakan seluruh hidup kita dengan hati-hati, karena jika kita melakukan kesalahan itu akan sulit di hapus dan di lupakan oleh orang lain.
Dan Jika kita melukis kertas putih meggunakan pensil, maka lukisan itu akan bisa menjadi sempurna,
karena lukisan yang salah dapat di hapus kembali dan merubah nya menjadi lebih baik.
Begitu juga dengan hidup kita, jika kita tetap mengandalkan Tuhan, Maka salah dan dosa kita dapat di ampuni Tuhan, Karena Tuhan lah yang menghapus dosa kita, Agar kita dapat menjadi bersih kembali.
Lembaran lembaran kertas yang awalnya putih, tak berarti apa apa, ternyata akan lebih bermakna, menarik, istimewa dan berarti jika kita telah menuliskan coretan coretan. Namun, terkadang kertas kosong tadi yang telah diisi dengan coretan tetap tidak berarti apa apa. Karena mengisi kertas tersebut hanya untuk keisengan semata. Kertas tersebut bahkan hanya akan menjadi lebih tidak berarti daripada sebuah kertas yang sebelumnya telah terisi. Hal ini sama dengan suatu kehidupan datar yang di alami oleh seorang manusia. Hanya mengikuti jalan yang mereka lihat tanpa membuat jalan mereka sendiri. Pada akhirnya mereka tidak pernah akan bisa memiliki kisah atau cerita milik mereka sendiri.
Begitu pula dengan hidup ini. Jika kita melukiskan hidup dengan pena, maka kita harus menggunakan seluruh hidup kita dengan hati-hati, karena jika kita melakukan kesalahan, itu akan sulit di hapus dan di lupakan oleh orang lain. Jika kita melukiskan hidup dengan pensil, Maka salah dan dosa kita, dapat di ampuni Tuhan, Karena Tuhan lah yang menghapus dosa kita, Agar kita dapat menjadi bersih kembali. Jika kita melukiskan hidup dengan debu, maka hidup kita semakin sulit untuk di kendalikan,karena sifat buruk akan lebih sulit hilang dari diri kita,dari pada sifat baik diri kita.