Dear steemian,
Selamat sore steemian semuanya dimanapun anda berada. Bagaimana kabar anda semua di akhir pekan ini? semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat sehingga bisa menjalankan berbagai aktivitas yang telah kita rencanakan sebelumnya.
Pada postingan kali ini saya ingin berbagi mengenai salah satu tradisi unik yang ada di pulau Sumbawa yaitu Balapan Kerbau (Barapan Kebo) yang menjadi kebanggaan masyarakat kabupaten Sumbawa Barat Nusa, Nusa Tenggara Barat.
Barapan kebo merupakan sebuah event balapan kerbau tradisional yang melibatkan para sandro, joki dan kerbau terbagus saat tiba musim tanam di Sumbawa.
Barapan kebo ala Sumbawa ini diselenggarakan setiap awal musim tanam padi. Lokasi yang dijasikan arena balapan adalah sawah yang telah digenangi air sebatas lutut.
Kemeriahan selalu tercipta saat acara barapan kebo diadakan, para pemilik kerbau akan berlomba-lomba menampilkan kerbau terbaik untuk diadu dengan kerbau lainnya. Setiap kerbau yang menjadi peserta akan dibagi berdasarkan umur mulai 1 sampai 5 tahun.
Serunya pertandingan yang diadakan di sawah yang berlumpur menjadi tontonan yang sangat menarik, apalagi saat para joki terjatuh di areal sawah akan mengundang galak tawa dari penonton.
Para joki tidak hanya bertugas mengenderai kerbau, kecepatan dan cara dalam menyeimbangkan badan untuk mengenai saka juga tidak mudah untuk dilakukan.
Para peserta barapan kebo tidak mengincar hadiah yang diberikan oleh panitia karena hadiah juara tidak begitu banyak. Barapan kebo lebih menjadi arena pertaruhan harga diri dan martabat pesertanya, harga kerbau yang menjadi juara akan melonjak tinggi sampai 100 juta rupiah.
Semoga tradisi barapan kebo yang telah menjadi salah satu bagian dari tradisi nusantara bisa terus dilestarikan oleh generasi yang akan datang.
Note:
Sandro : adalah Sebutan untuk orang-orang sakti dengan ilmu supranatural ala sumbawa yang dimiliki dengan pakaian khas berwarna serba hitam.
Saka : adalah tongkat kayu ditancapkan di salah satu sudut sawah menjadi tonggak para joki untuk bisa menjatuhkan atau mengenai saka dalam waktu sesingkat-singkatnya.
Regards,
@Akar-rumput
Source : Tradisi Barapan Kebo