Sahabat steemians yang kurindukan, semoga semangat menulis masih menyelimuti jiwa kalian para penulis sejati.
Hari ini Sabtu 05 Mei 2018, adalah hari yang bersejarah buatku pribadi karena ini adalah hari yang berbeda dari hari-hari sebelumnya. Berbeda bukan dalam artian untuk diriku, melainkan untuk ibuku tercinta. Mengapa demikian? Steemians pasti juga bertanya ada apa dengan ibuku sampai aku harus menulis tentang beliau.
Steemians pasti masih ingat dengan tulisanku sebelumnya saat menemani beliau belanja, dan terakhir ku ketahui bahwa yang beliau beli adalah sebuah cadar yang anggun, ya cadar. Sejak kemarin saat setelah ku ketahui belanjaan yang beliau beli, aku terus bertanya dalam hati "Ini mamak seriusan mau pakek cadar?" gumamku dalam hati. Tak berani ku tanyakan langsung karena aku takut beliau akan tersinggung dengan pertanyaanku. Tapi pertanyaan tadi terus saja terngiang di benakku.
Sebelum bercerita jauh, perlu ku sampaikan bahwa ibuku adalah seorang guru SD di salah satu sekolah dasar yang ada di daerah tempat tinggalku yaitu SD N Ramung Jaya. Pertama kali ku ketahui ibuku berniat untuk memakai cadar, dalam pikiranku langsung banyak keluar pertanyaan-pertanyaan dan lagi-lagi memang tak ku tanyakan kepada beliau menyangkut pertanyaanku, karena takut beliau akan tersinggung. Pertanyaan awal yang muncul adalah "bagaimana beliau akan menjalani proses belajar-mengajar nantinya, apa tanggapan teman-teman kantornya nanti?, dan murid-muridnya apakah bisa mengenali beliau jika memakai cadar?". Begitu pertanyaan itu muncul dengan sendirinya.
Dan pagi tadi, pertanyaan tersebut mulai terjawab satu persatu ketika beliau meminta ku untuk mengantarkan beliau ke sekolah. "nak, anterin mamak ke sekolah yuk" kata beliau memintaku. "iya mak, sebentar kupanaskan motor dulu" jawabku kemudian. Setelah motor ku panaskan dan beliau pun keluar rumah dengan stelan yang berbeda dari sebelumnya. Lebih indah, anggun, dan terlindungi, menurutku. Aku sempat tertegun sejenak melihat beliau begitu. "kenapa bengong? Ayok, udah cocokkan?" tanya beliau. Aku hanya menjawab dengan senyuman. Ibuku kemudian naik dan terucap pelan di bibir beliau "Bismillahi tawakkaltu 'alallah". Dan kami pun berangkat.
Dan ini adalah kali pertama beliau mengenakan cadar.
Sesampainya di gerbang sekolah ibuku langsung turun dari motor dan langsung menuju kantor sekolah. Aku tak langsung pulang, ku perhatikan teman-teman beliau yang sedikit heran melihat beliau dengan cadarnya yang anggun. Sesaat kemudian terjadi kehebohan antar guru-guru yang berada di depan kantor sekolah tersebut. Salah satu guru berteriak "* ya ampun,,, ibu Nur ternyata. Waahh,, sudah hijrah ya buk. Lebih cantik, haha. Ahoyyy wiww". (Kehebohan dengan disertai mulawi gayo-red*). Kantor sekolah ku perhatikan menjadi ramai dengan kedatangan ibuku yang mengenakan cadar. Aku tersenyum bangga melihat kejadian itu dan sekaligus pertanyaan yang ada dibenakku terjawab dengan sendirinya. Melihat itu, aku pun kemudian pulang kerumah dengan kebanggaan dan diiringi senyuman, hehehe.
Sekian cerita singkat ini. Senang bisa saling berbagi bersama teman-teman steemians. Selkomsel!!! 😊
)