Dia adalah sosok yang dapat dijadikan sebagai panutan. Dia dapat menjelma menjadi apa saja. Baik itu teman, sahabat, abang, guru, motivator, dan apapun itu. Dia mampu menjadi itu semua. Bagi saya, dia adalah bigbos yang sangat bijaksana. Sebab, bersamanya saya telah menjalani dan melewati jembatan masa sulit yang terjal. Sampai kini, bersamanya pula saya merasakan keberhasilan dan kebahagiaan dalam hidup. Bukan untuk pribadi saja. Namun, kepada orang-orang terdekat, keluarga, teman, bahkan yang pernah dusta untuk bersetia.
Dia juga sosok yang selalu mengajarkan hidup dengan penuh semangat. Didalam dirinya dipenuhi ide-ide berkelas untuk terus berkembang dan maju. Dia juga sosok pemimpin yang selalu menebarkan pemikiran positif agar tak pesimis menjalani hidup terhadap kaumnya. Dan sosok pemimpin yang selalu memikirkan kemakmuran dan kebahagiaan kaumnya, tidak hanya memikirkan untuk dirinya sendiri. Sosok yang sangat pantas dijadikan sebagai panutan.
Dia memang sosok yang baik pada kaumnya dan orang lain. Tapi, yang namanya manusia, tetap ada sisi buruknya. Begitu pula dia. Dia tidak akan bersikap buruk, jika tak disakiti perasaannya. Nah, kalau perasaannya sudah disakiti. Maka, bersiaplah pada yang menyakitinya. Dia akan bersikap buruk. Tidak butuh waktu lama untuk dia membalasnya.
Satu hal yang selalu ditanamkan pada dirinya dan ditularkannya pada saya. "Jangan sesekali kau menyakiti perasaan orang lain, apalagi perasaan ibumu. Jika kau lakukan. Maka aku lah orang pertama yang menghajarmu." Begitu ujarnya.