Beberapakali aku menemukan mimpiku sendiri terjerembab di depan pintu, Kuyup oleh hujan, Seperti pakaian kotor berulangkali kucuci dan kujemur di halaman luas, yang begitu terik disengat matahari.
Pada saat saat seperti itu aku selalu ingat wajah para relawan saat menatapku, selalu teduh dan meneguhkan.
Maka yakinlah pada akhirnya jarak hanya memisahkan raga kami dan relawan . Tapi ia tak pernah sanggup menjauhkan mimpi, imaji dan kenangan yang kita semat bersama dalam pelatihan diklat para relawan.
teruslah bermimpi para relawan, jasa dan ikhlasan hatimu yang patut di kenang, tiada makan, letih, hanya untuk kemanusiaan.