Kalimat apa yang pantas untuk mengawali judul tulisan saya tentang rasa syukur ini? Ya, saya ingin mengawalinya dengan kutipan milik Paulo Coelho, penulis asal Brazil yang menjadi penulis nomor satu di hidup saya karena telah menempa saya menjadi penulis yang seperti saat ini.
And, when you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it. by Paulo Coelho.
Saat pertama kali dikenalkan pada Steemit tepatnya 31 hari yang lalu, hanya satu hal yang tertinggal di dalam kepala saya, yaitu reputasi, bukan tentang SBD (karena saat itu saya telah meyakini SBD akan berdatangan sebagai bonus bila saya tekun meningkatkan reputasi).
Seorang sahabat saya, yang juga pertama kali memperkenalkan Steemit, dia berkata bahwa kita harus meningkatkan reputasi karena angka reputasi menunjukkan seberapa dipercayai kita di Steemit dan orang tidak segan-segan membangun relasi kuat dengan kita. (koreksi saya, bila saya salah, karena saya ibarat wadah baru yang belum terisi zat ilmu)
Tanpa target tujuan, kita akan tidak bergairah dan tidak ada kenikmatan sama sekali dalam melakukan apa yang kita impikan.
Maka, waktu itu saya putuskan untuk meraih reputasi normal secepat mungkin. Ya, saya ini termasuk orang yang agresif sekali! Apa pun yang saya inginkan, harus saya perjuangan untuk saya miliki. Perihal hasil akhir akan dapat atau tidak, itu masalah belakangan yang penting saya sudah mencoba.
Kerja Keras
Sebelum saya bergabung di KSI Jakarta, saya berusaha memahami sendiri bagaimana menyajikan konten yang dapat membuat reputasi saya merangkak naik.
Berbekal ilmu mendasar tentang “cari perhatian” di akun lainnya, saya pun mulai beraksi komentar dan upvote sana sini meski upvote saya tentu saja kosong.
Ikut Kontes
Saya mencari akun di tag trending, yaitu topik yang menjadi favorit saya, puisi! Akhirnya saya menemukan kontes 100 Days Of Poetry Challenge yang diadakan oleh Apa seratus hari? Saya malah tidak memikirkan 100 harinya. Tapi saya memikirkan yang terpenting bagaimana saya harus terdampar dan berkenalan dengan akun-akun lainnya yang sehobi dengan saya.
Akhirnya saya terdampar dan menjelajahi Discord-nya dan
Steemit Discord. Dengan bahasa Inggris pas-pasan, saya berusaha berbaur.
Walaupun aliran puisi saya sangat pop saya tidak peduli, yang penting tetap ikut kontes. Karena upvote dari membuat reputasi saya naik dengan cepat.
Alhamdulillah saya pun telah merasakan menang kontes pada hari Ke-19 dengan judul puisi Holes In the Chest TOLONG JANGAN DIBACA KALAU GAK MAU BAPER. Beneran ini!!!
Lalu saya juga memenangkan Kontes Promo-Steem yang diadakan oleh dengan judul tulisan Surat Cinta Kepada Steem: Cinta Itu Berat, Tapi Nikmat
Lumayan mengisi wallet lho!
Apa rasanya terbangun dengan postingan mendadak sekitar 12 SBD? Biasanya cuma mendapat 0.0 sekian. Huaaaa dan reputasi naik lagi!
Ini karena postingan saya Trapped masuk kompilasi OCD International Daily: Issue #133
Peran Komunitas
Terlepas dari banyak polemik di Komunitas, memang tidak bisa dipungkiri bahwa peran komunitas sangat mendongrok kerja keras! Sendirian tentu tidak akan ada arti tanpa komunitas.
Maka, sejak saya mengenal KSI Jakarta, dan diadakan meetup 1st KSI Chapter Jakarta, saya benar-benar merasa mendapat dukungan, dan mengenal banyak orang-orang yang telah lebih dulu menyelami ganasnya lautan Steemit!
Terima kasih para orang-orang yang membuat kebawelan saya ini berguna dengan menyeret saya ke grup-grup tercanggih sedunia!
dan juga tidak ketinggalan kurator yang sama sekali belum pernah mengobrol!
Teman mengarungi nikmatnya Jakarta
Teman dari mancanegara yang superrr banget memberikan support-nya: and
Special Thanks, for yang berani menjadi sponsor untuk Kontes Bahagia Itu Sederhanayang akan rutin dilaksanan! Jangan lupa ikuti kontesnya, ya.
Salam bahagia, selalu.