Tak ada yang sia-sia di dunia ini, bahkan untuk perbuatan sebesar biji sawi.
Walaupun tidak merasakan dampak secara langsung dari perbuatan, tentu saja perbuatan kita memiliki balasan dalam kepastian. Balasan yang tidak tampak di depan mata seketika, bukan berarti balasan itu tidak ada. Balasan itu ada, hanya saja menunggu saat yang paling tepat untuk diberikan pada seseorang.
Karena tidak ada yang akan sia-sia, maka hendaknya sebelum bertindak kita harus memikirkannya dengan matang. Jangan sampai kebaikan yang harusnya bisa didapatkan jadi begitu saja terbuang.
Begitula dengan halnya postingan di Steemit. Postingan yang setiap hari kita usahakan ada untuk mengumpulkan rewards, hal itu semata bukan hanya untuk tindakan kita sebagai penambangan Steem di blockchain.
Ada nilai kebaikan dalam postingan yang bisa kita jadikan benih amalan selamanya yang bisa kita bawa bahkan setelah alam kematian.
Postingan ibarat benih yang berhasil tumbuh menjadi pohon berbatang banyak. Lalu, setiap batang memiliki cabang. Pada akhirnya setiap cabang-cabang itu berbuah lebat dan dinikmati banyak orang dengan penuh kebahagiaan. Bayangkan betapa banyak amalan kita dari sebuah hal kecil saja.
Postingan bisa menjadi sumber hiburan, sumber wawasan, dan bahkan yang lebih menakjubkan, postingan seseorang bisa menjadi media untuk mengambil banyak hikmah dan menyadarkan diri dari sesuatu hal.
Lalu, permasalahannya, bagaimana bila masih meragukan kemampuan Anda untuk membuat postingan? Anda masih sibuk berkutat dengan “yang penting ada postingan” dibandingkan memikirkan tentang nilai-nilai kebaikan yang ada di dalamnya. Tak masalah, kini Anda harus perlahan-lahan percaya diri untuk membuat postingan yang bisa menjadi benih amalan, meski Anda bukan penulis handal.
Berikut saya berikan tips sederhana agar postingan kita lebih dari sekadar alat penambang Steem--postingan yang bisa menebarkan banyak kebaikan tidak terduga hingga ke masa mendatang.
* Postingan minimal memiliki satu manfaat
Postingan yang bisa menjadi benih amalan tentu saja merupakan postingan yang bermanfaat. Berbicara mengenai postingan bermanfaat, kita bisa berpedoman pada poin-poin manfaat yang terkandung dalam tulisan, di antaranya: sebagai menambah wawasan, sebagai media hiburan, sebagai postingan sebagai media spritual bagi pembaca untuk mengambil hikmah dan menjadi pribadi yang lebih baik.
Saya yakin tidak perlu membuat postingan yang panjang, dan Anda sudah bisa memasukkan minimal satu unsur manfaat di dalamnya.
* Postingan Bukan Hasil Plagiat
Selalu cantumkan sumber bila Anda mengutip teks maupun gambar ke dalam postingan. Penyertaan sumber tersebut ini merupakan bagian dari tindakan menghargai ide, pemikiran, dan hasil karya seseorang.
Bila Anda mengakui ide orang lain di dalam postingan sebagai milik Anda, tentu saja Anda akan membawa keburukannya sampai di akhir kelak, karena Anda sudah mencuri karya orang lain dan dengan sengaja meletakkannya dalam postingan.
Selain mendatangkan Cheetah, postingan Anda juga akan mendatangkan dosa yang juga tidak akan pernah putus hingga di masa depan.
Bila hasil plagiasi yang Anda banggakan itu terus terbiasa dilakukan, maka apa yang Anda lakukan akan sia-sia belaka. Ingatlah Steem yang Anda dapatkan dan Anda pergunakan kelak menjadi nilai tukar mata uang dalam kehidupan sehari-sehari, menjadi sesuatu yang tidak berkah. Anda telah melekatkan dalam tubuh Anda hal-hal haram.
Lebih baik memposting sedikit isi, tapi hasil sendiri. Dibandingkan memposting banyak isi, tapi hasil mencuri. Jangan mau memperoleh Steem dari hasil postingan plagiat yang bahkan Anda sadari.
* Postingan Menebarkan Kebahagiaan dan Tidak Mengandung Ujaran Kebencian
Media berbasis blockchain hendaknta tidak dijadikan mainan untuk memposting hal-hal mengandung kebencian yang biasanya muncul sesaat dari emosi seseorang. Apa yang sudah Anda posting di Steemit tidak akan bisa dihapus ketika Anda sudah menekan tombol “post”. Postingan pun tidak lagi bisa diedit setelah 7 hari.
Maka hendaklah sebelum menulis, dipikirkan terlebih dahulu baik-baik apa yang ingin dituliskan. Sebab, kata-kata memang selalu membekas lebih dalam lebih parah daripada luka yang dimunculkan oleh pedang yang tajam.
Itu tadi tips sederhana agar postingan kita menjadi benih amalan yang tumbuh menjadi pohon berbuah kebaikan. Kita tidak perlu jadi penulis hebat untuk membuat postingan yang bermanfaat, karena saya percaya berbuat manfaat bukanlah bakat, tetapi kekuatan niat.
Keep Steeming on!
Baca juga Renungan Ramadhan Edisi Sebelumnya:
Renungan Ramadhan 2: Bila Pamrih, Pasti Akan Menuai Perih
THANKS FOR YOUR STOPPING BY. I REALLY APPRECIATE YOUR UPVOTE AND COMMENT