Apa kabar benih rindu yang sudah kutitipkan di bibirmu?
Benih itu kini bertumbuh menjadi kata-kata candu yang tidak ragu.
Malam ibarat ranjang tempat kita menikmati peristirahatan. Dan kita berdua terbaring menatap bintang-bintang kehidupan.
Selimutku, kamu. Kamu, selimutku.
Apa kabar benih rindu yang selalu rajin kau titipkan di bibirku? Ya, kukabarkan padamu, benih itu baik-baik saja setiap hari disiram kecupan-kecupan pengusir ragu.
Dari sekian banyak energi yang tercipta di dunia, aku hanya mau energimu yang mengaliri darahku memenuhi jiwa.
Dari sekian banyak irama yang kudengarkan, aku hanya mau detak jantungmu sebagai pertanda aku masih hidup karena memilikimu sebagai anugerah kehidupan.
Dari sekian banyak kata yang tercipta, selalu ada kalimat kesukaan yang jadi penutupnya:
Terima kasih telah mengizinkanku mencintaimu setiap hari, tanpa pernah melewatkan keindahanmu yang menghangatkan hati.
BACA JUGA #SajakMendadak LAINNYA:
#SajakMendadak 1: Doa Adalah Pelukan Terbaik untuk Orang yang Tercinta
#SajakMendadak 3: Tak Perlu Banyak Kata untuk Mengungkapkan Cinta
#SajakMendadak 4: Crazy In Laugh
THANKS FOR YOUR STOPPING BY. I REALLY APPRECIATE YOUR UPVOTE AND COMMENT