I always wanted to sleep in your ribs. In the journey of travel and dim your soul. Being so light that dark does not come and you know what it looks like.
This road, straight and long. But the twists and bumps are also full. Let me go. You just close your eyes and laugh when we get up without asking, is my legs okay?
Life is, so complicated, dear. Then let me alone who interpreted it. You can only smile and be happy. Even if you want to cry, hold it. Wait for me to arrive and let me cry. I can not bear to see your red eyes.
We never know, honey. Two bridges always have different goals. So if there is a difference, do not you go. Let me blame myself. Because there's nothing wrong with you. I am the wrong one; because you have fallen in love with you knowing that you are just pretending, to make me happy.
Dear. I'm actually a fool. There are so loving and loving to me without ever disappointing, but I refuse just because of you.
Though Himself, His love, His love, and His love, never faded like human love. We are blind. Continue to swirl as if it were eternal and lived thousands of years.
Jakarta, Tuesday, April 2, 2018
Foto: Pixabay
BAHASA
Jika Kau Ingin Menangis, Tahanlah
Aku selalu saja ingin tidur dalam igaumu. Dalam desah perjalanan dan redup jiwamu. Menjadi yang begitu cahaya hingga gelap tak pernah datang dan kau tahu seperti apa.
Jalan ini, lurus dan panjang. Tapi liku dan onak juga penuh. Biar saja aku yang melangkah. Kau cukup tutup saja matamu dan tertawalah saat kita sampai tanpa perlu bertanya, apakah kakiku baik-baik saja.
Hidup ini, begitu rumit, sayang. Maka izinkan aku saja yang memaknainya. Kau hanya boleh tersenyum dan bahagia. Bahkan jika kau ingin menangis, tahanlah. Tunggu aku sampai dan biarkan aku saja yang menangis. Aku tak sanggup melihat merah matamu.
Kita tak pernah tahu, sayang. Dua jembatan selalu punya tujuan berbeda. Maka jika ada perbedaan, janganlah kau pergi. Biarkan aku saja yang menyalahkan diri ini. Sebab, tak ada yang salah dengan dirimu. Akulah yang salah; karena telah jatuh cinta padamu padahal tahu bahwa kau hanya pura-pura, untuk membuatku senang saja.
Sayang. Aku sebenarnya orang yang bodoh. Ada yang begitu sayang dan cinta padaku tanpa pernah mengecewakan, tapi aku menolak hanya karena dirimu.
Padahal diri-Nya, kasih-Nya, cinta-Nya, dan sayang-Nya, tak pernah lekang seperti cinta manusia. Kita saja yang buta. Terus berputar-putar seolah abadi dan hidup ribuan tahun lamanya.
Jakarta, Selasa, 2 April 2018
Foto: Pixabay
KSI CHAPTER JAKARTA
Untuk kawan-kawan steemian yang ada di Jakarta silakan bergabung dengan kami di grup whatsapp. Bisa menghubungi di 081269404123 (Whatsapp).
"Jangan berikan kepada siapapun hatimu, karena Tuhan akan kecewa," -- Pilo Poly, Inisiator Komunitas Steemit Indonesia (KSI) Chapter Jakarta.