"Tulisan ini bukan untuk motivasi. Isi yang terkandung di dalamnya mungkin agak tabu untuk dibaca",
.
Siang tadi, saya sedang istirahat dan tidur siang. Lalu tiba-tiba saya seperti tersedak semacam ada yang memanggil saya. Tapi tidak ada. Ya sudah, saya main HP saja sambil lihat postingan-postingan baru di Steemit. Mata saya yang tadinya masih sipit, langsung terbelalak ketika membaca tulisan bang . Intinya dia berkata bahwa toilet duduk lebih baik dari toilet jongkok. Dan juga, secara tersirat ia mengatakan bahwa toilet jongkok dapat berefek negatif bagi kesehatan.
Saya sebagai ultras toilet jongkok merasa harus memperjuangkan untuk meluruskan statement semacam ini. Selain untuk keberlangsungan hidup para pengrajin toilet jongkok, juga untuk memperjuangkan budaya BAB jongkok yang telah diturunkan dari nenek moyang kita.
Memang apa sih kelebihan toilet duduk?
Saya terus bertanya-tanya memangnya apa bagusnya toilet duduk padahal yang saya kutip dari CNN Indonesia, berdasarkan survei dan penelitian yang dilakukan pun dikatakan bahwa toilet jongkok itu lebih baik. Lebih baik dalam hal memudahkan proses BAB itu sendiri. Dengan posisi jongkok, perut kita akan menekan gas keluar dan juga mengurangi sembelit. Atau Bang yang sebagai penulis ini memang ingin berlama-lama saja di kamar mandi. Ingat Bang, toilet itu dibuat untuk BAB, bukan untuk mencari ide menulis. Kita bisa saja tidak menyadari kalau saja ada orang lain yang sedang mengantri di luar. Lamanya kita di kamar mandi dapat memberi efek negatif padanya. Ya sama-sama tahu saja lah kita ya. Tidak bisa dijelaskan lebih detail.
Belum lagi, kalau kita memakai toilet duduk yang baru saja dipakai orang lain. Kita masuk kamar mandi tepat setelah orang lain keluar. Orang lainnya itu badannya besar. Pas kita duduk di situ, terasalah hawa-hawa hangat di pinggiran toilet itu. Kehangatan yang disisakan dari pengguna sebelumnya.
Toilet duduk juga rawan zonk. Hal ini disebabkan adanya penutup toilet. Kita tidak pernah tahu apa isi di balik penutup itu. Bisa saja, sebuah surprise dari pengguna sebelumnya yang membuat kita tidak selera makan sehari semalam. Beda dengan zonk di toilet jongkok, kita dapat mengantisipasi dari kejauhan atau bahkan dari pintu masuk kamar mandi. Tidak sedekat ketika kita membuka tutup toilet duduk. Terdengar dari kejauhan suara ultras toilet duduk berkata "kan toilet duduk ada sistem flush-nya". Ya memangnya itu tidak bisa rusak dan memangnya semua orang paham penggunaannya.
Kata Bang lagi, bahwa syarat mencari ide menulis itu toilet duduk. Saya tidak setuju akan hal ini. Saya saja biasanya menulis di toilet jongkok. Mantan Pelatih Chelsea, Andre Villas Boas, selalu berpose jongkok ketika memikirkan strategi untuk anak asuhnya. Dia berkata bahwa toilet jongkok itu lebih bisa memberi inspirasi dari pada toilet duduk.
Saya menyarankan agar Bang mulai coba membuka pikiran terkait toilet jongkok. Toilet jongkok tidak seburuk penampilannya, kok. Atau, jika di rumah sudah terlanjur memakai toilet duduk. Bisa dipertimbangkan seperti gambar di bawah ini.
Toilet jongkok adalah sebuah revolusioner untuk masa depan. Maka, jangan pernah sesekali kita memandang sebelah mata pada toilet jongkok. Ya sudah, demikian saja pembelaan saya kepada toilet jongkok. Saya juga mulai pegal ini karena menulis sambil jongkok. Dan juga, sudah penuh.
Referensi:
Sumber gambar 1: https://club.iyaa.com/bbs/board.php?bo_table=Umum&wr_id=153
Sumber gambar 2: http://m.zimbio.com/photos/Andre+Villas+Boas/Sunderland+v+Chelsea+Premier+League/StJbbatglm3
Sumber gambar 3: https://iqmaltahir.wordpress.com/2011/06/20/toilet-mode-dual-on/