Salam hangat sahabat inspiratif. Sebagai seorang yang berpropesi wiraswasta agaknya tidaklah terlalu sulit bagi saya dalam mengatur waktu di dalam keseharian saya. Disatu sisi menjadi seorang pekerja serabutan memang ada sisi enaknya, nanun tidak sedikit juga sisi tidak enaknya. Dan di artikel kali ini saya berharap anda tidak penasaran tentang pembahasan kedua sisi tersebut, karena saya tidak akan membahasnya pada kesempatan kali ini
Seperti kebanyakan sebuah keluarga pada umumnya, waktu yang sudah dijatahkan 24 jam sehari semalam wajib kita jaga dan kita gunakan sebaik mungkin, karena sedikit saja terpeleset dalam memanajemen waktu dapat dipastikan semua tidak akan berjalan seperti yang kita harapkan dan yang namanya kebahagiaanpun akan menjauh dari kita
Ketika bahagia diukur dengan materi, ternyata banyak orang yang memiliki materi, tidak bahagia sama sekali. Lalu, ketika rumah menjadi ukuran kebahagiaan, lagi-lagi bahagia pun tidak mau mampir di rumah mewah tersebut. Ketika orang bahagia dengan pujian, ternyata ketika mendapatkan sanjungan tidak ada yang berubah dari orang tersebut
Bisakah bahagia itu didekap dan jangan pernah bergeser dari individu. Saya tidak tahu jawaban yang pasti. Sebab hakikat kebahagiaan itu sendiri pun sangat berbeda-beda antara satu sama lain. Apakah bahagia itu terkait dengan perasaan atau keadaan yang membuat seseorang itu nyaman. Sekali lagi, saya tidak tahu cara menjawabnya secara pasti.
image source</center{
KEBAHAGIAAN ITU TIDAK BUTUH PENGAKUAN DARI ORANG LAIN
Bahagia itu kita yang rasakan sendiri. Kebahagiaan pun tidak juga melulu tentang kesuksesan dengan sebuah kedudukan yang tinggi, pekerjaan yang menjanjikan gelar ataupun nilai dan kekayaan yang melimpah. Kebahagiaan itu kesenangan dalam hati
Jadi, bahagia itu rupaya ketika orang lain punya, sementara kita tidak. Ketika orang lain kita lihat bahagia dengan capaiannya, manakala kita sampai ke derajat itu, maka ternyata bahagia itu bukan itu sebenarnya. Atau, jangan-jangan bahagia itu adalah fatamorgana. Sekali lagi hanya kita yang rasakan
Beberapa keadaan yang dianggap sebagai bahagiapun, telah saya jalani. Orang lain yang memandang kita bahagia. Selebihnya untuk mencapai kata bahagia itu adalah kerja keras. Karena itu, untuk mencapai kebahagian, jika itu memang bahagia secara hakiki, maka kerja keras adalah syarat utama. Namun, lagi-lagi pada saat berada di puncak, tampaknya bukan bahagia, melainkan puas dengan capaian yang didapatkan.
image source
jika kita mau bersyukur. Hati dan pikiran menjadi terbuka, sehingga dapat menghayati betapa nikmatnya hidup. Keikhlasan adalah energi tertinggi yang akan memotivasi diri untuk bersinergi dengan rasa syukur dan kesabaran, sehingga melahirkan rasa bahagia.
Intinya, Kebersamaan dapat menciptakakan kebahagiaan DAN KEBAHAGIAAN itu bukanlah sebuah keniscayaan, dalam pergaulan, dalam bermasyarakat bahkan dalam sebuah keluarga, kebahagiaan adalah kepatuhan dan ketaatan pada yang SATU,
- Kebahagiaan bukanlah hal langka, karena setiap diri dianugerahi kebahagiaan. Cuma kita saja yang selalu lari dan menjauh darinya. Bahagia dengan segala definisi dan penempatannya kerap disalah artikan. Terimakasih
Special Thanks
Sevenfingers Creators
And Curator Indonesia
and 
VOTE WITNESS @steempress
Join Us On Discord steempress

Thanks for reading KEBAHAGIAAN Dan Cara Kita MEMAKNAINYA please share
keep your spirit
https://steemit.com/@arispranata5
Posted from my blog with SteemPress : http://arispranata.epizy.com/2019/04/04/kebahagiaan-dan-cara-kita-memaknainya/