Berhenti...suara teriakan dalam gelap, cahaya senter kemudian muncul dari jauh, tidak ada yang tau siapa yang memegang senter itu, lalu lampu senter makin mendekat dan semua orang dalam mobil mulai gelisah, ada yang berdo'a semoga tidak terjadi apa-apa, lalu ada penumpang menanyakan apa yang terjadi, mobil harus berhenti ditengah jalan. Lalu semua orang diturunkan dan satu persatu mulai diperiksa dimalam buta itu.
Kemana supir..suara bentakan mulai terdengar, aku mulai ketakutan karena usia masih senja ketika itu, mungkin ini kondisi keamanan negeri sudah mulai tidak aman, pikiranku mulai kacau karena tidak ada cahaya lampu dijalan, selain cahaya senter yang dipegang oleh orang itu, aku tidak tau siapa orang tersebut.
Lalu cahaya senter itu diarahkan kemuka ku, aku hanya bisa menunduk dan diam, lalu mereka kemana kalian ini semua, kenapa supir ini bodoh menabrak drum yang dijadikan rambu-rambu.
Tidak ada satu orangpun yang bisa jawab, lalu disuruh angkat satu persatu baju dan ada membongkar tas, aku hanya memegang kantong plastik yang berisi baju.
Lalu mereka menanyakan kepada ku, kamu mau kemana kok pakaian cuma dalam plastik, aku menjawab aku mau ke ibu kota provinsi melanjutkan sekolah, lalu aku disuruh naik kedalam mobil dan melanjutkan perjalanan.