Selamat siang para Steemian semua, semoga kita selalu diberikan kesehatan untuk terus berbagi disetiap platform, Amin. Pada siang ini saya kembali menyapa para Steemian semua dalam sebuah postingan yang mungkin bisa menjadi motivasi dan bermanfaat bagi saya sendiri serta besar harapan bisa menjadi sebuah referensi bagi para Steemian semua.
Setiap hari kaleng susu selalu menjadi objek keberkahan untuk melangsungkan hidup. Tanpa memikirka tentang kebahagiaku dimasa kecil telah hilang. Aku selalu menyusuri perjalanan yang penuh dengan debu dan volusi tidak ada kata malu yang bersisa ketika memang itu adalah caraku untuk bertahan. Hati telah menjadi beku untuk mengeluarkan air mata meratapi hidup yang penuh dengan kemalangan. Meskipun pernah terbesit jika suatu hari nanti aku akan berada didalam mobil yang ber AC dan menikmati kebahagian bersama keluarga mungkin itu hanya khayalan belaka tapi dengan hal sekecil itu mampu menyunggingkan senyuman manis dibibirku.
Sejak muncul mentari hingga senja tiba terkadang hanya recehan yang ku bawa pulang, meskipun hanya dengan beberapa koin recehan itu aku merasa lega masih bisa memakan sesuatu walaupun hanya sekedar jajanan murah. Saat semua orang tertidur lelap dengan kasur yang empuk dan selimut yang tebal diruang yang ber AC tapi aku hanya memiliki hamparan bumi dan selembar karton yang menjadi alas untuk ku tiduri tapi kami masih bersyukur walaupun dinginnya selalu membuyur tubuh disetiap malamnya tampa merasakan ketenangan dalam beristirahat dan semua itu tidak menjadi kan kami lemah dan terus-terusan mengeluhan untuk tidak berusaha hidup. Bahkan Pernahkah kalian tau saat jembatan itu adalah jalanmu untuk berlalu lalang dengan sangat istimewa bagi kami itu adalah surga kami yang hanya kami miliki untuk berlindung ketika hujan menghampiri.
Pernahkah kalian memandang kami sebagai manusia ketika kami menghampirimu malah pandangan sebatas iba dan tak dihargai yang kami dapatkan. Pernahkah kami meminta lebih sampai saatnya kami menghampiri mobil-mobil dipersimpangan jalan kalian hanya acuh seakan tak nampak melihat kami menyodorkan tangan kepadamu bahkan kami menjerit menyadarkan kalian bahwa kami ada disampingmu, tapi pernahkah kalian peduli itu? bahkan kalian menganggap kami sebagi parasit yang menghalangi jalanmu. Lalu apa yang bisa kami lakukan ketika orang-orang yang memiliki titel tinggi bahkan dengan kedudukannya itu ia merasa sombong dan menganggap semua pengemis tidak ada harganya dimata mereka. Lalu pantaskah kami yang tidak tau apa-apa ini mengatakan bahwa akhlakmu tidaklah jauh lebih hina dari apa yang kami lakukan.