Si Tambo, Maskot Pilkada Aceh 2017
Setiap even membutuhkan maskot, baik sebagai simbol sebuah kegiatan, maupun menjadi bagian dari media sosialisasi.
Dalam pilkada serentak di Aceh 2017 yang berlangsung di 23 kabupaten dan kota untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur, si Tambo terpilih menjadi maskotnya. Si Tambo tidak terpilih dengan mudah, sebab Komisi Independen Pemilihan (KIP) Provinsi Aceh, menggelar berbagai lomba, salah satunya pemilihan maskot Pilkada Aceh Serentak pada 15 Februari lalu.
Ketua KIP Aceh, Ridwan Hadi, mengatakan digelarnya lomba untuk menentukan maskot Pilkada Aceh, selain untuk media sosialisasi, juga sebagai upaya melibatkan partisipasi publik seluas-luasnya. "Selain maskot, jingle iklan juga kita lombakan," ungkap Ridwan Hadi.
Terpilihnya si Tambo sebagai maskot memang cocok mengingat tambo atau bedug memang digunakan sebagai alat pengingat akan waktu. Masyarakat Aceh, menggunakan tambo untuk berbagai hal seperti postingan saya sebelumnya.
Setelah terpilih, si Tambo diarak keliling Aceh sebagai bagian dari sosialisasi kepada masyarakat. Meski dalam pelaksanaannya, ada juga yang menomale maskot karena menganggapnya seperti berhala. Benarkah?
Si Tambo, the Aceh Election Pilot in 2017
Each event requires a mascot, either as a symbol of an activity, as well as being part of a socialization medium.
In a concurrent elections in Aceh 2017 which took place in 23 regencies and cities for gubernatorial and vice-governor elections, Tambo was elected to become his mascot.
Si Tambo was not elected easily, because the Aceh Independent Election Commission (KIP) held various competitions, one of which was the selection of the mascot of Aceh local Election on 15 February.
Chairman of the Aceh KIP, Ridwan Hadi, said the race to determine the Aceh Election pilot, in addition to socialization media, as well as an effort to involve public participation as possible. "In addition to mascot, jingle ad also we race," said Ridwan Hadi.
The election of Tambo as a mascot is suitable considering tambo or bedug is used as a reminder of time. The people of Aceh, using tambo for various things like my previous post.
Once elected, Tambo was paraded around Aceh as part of a socialization to the community. Although in practice, there are also menomale mascot because it considers it like an idol. Is it true?