The sunrise and sunset is a routine every morning and every evening. But this is not a boring routine. Conversely, between the rising and the sunset, there is beauty for those who want to enjoy. Sunrise and sunset there are the same moments, but their beauty is always different, from whatever angle we are.
This time, I watched the sunset at Koetardaja, Banda Aceh, on Saturday 13 January 2018 from the window frames of a hotel. The sun sinks reddish, as if there is a very hot fireball in the distance, which is slowly coming into the mouth of a giant. Then, the red twilight was slowly gone from the sight.
Vaguely, the summit of Mount Seulawah goes without saying goodbye, for he will return tomorrow morning.
But, don’t worry. The sunrise will come tomorrow morning and you can looking sunset again in the afternoon. We find a lot of inspiration from both of these events. Among the sunrise and sunset turns, not only is there beauty, but there is also the greatness of Allah the Creator. If we do not want to think and feel, do not want to be grateful and too focused on matter, the great things from the sunrise and the sunset pass into a dull routine.
So, please stop for a moment. Find inspiration from the sunrire and the sunset. Happy weekend. Hopefully the second weekend in January 2018 will be a blessing and memorable moment.[]
Senja Merah Saga di Koetardaja
Matahari terbit dan tenggelam adalah sebuah rutinitas setiap pagi dan sore. Tapi ini bukan sebuah rutinitas yang membosankan. Sebaliknya, di antara terbit dan tenggelamnya matahari, terdapat keindahan bagi orang yang mau menikmati. Matahari terbit dan tenggelam adalah momen yang sama, tetapi keindahannya selalu berbeda, dari sudut mana pun kita berada.
Kali ini, saya menyaksikan matahari tenggelam di Koetardaja, Banda Aceh, pada Sabtu 13 Januari 2018 dari bingkai jendela sebuah hotel. Matahari yang tenggelam bersinar kemerahan, seolah ada bola api yang sangat panas di kejauhan, yang secara perlahan masuk ke dalam mulut raksasa. Lalu, senja merah itu pun perlahan lenyap dari pandangan.
Samar-samar, puncak gunung Seulawah pun pergi tanpa pernah mengucapkan selamat tinggal, sebab ia akan kembali esok pagi.
Tapi, jangan pernah cemas. Matahari akan terbit besok pagi dan tenggelam lagi pada sore harinya. Kita menemukan banyak inspirasi dari kedua kejadian tersebut. Di antara perputaran matahari yang terbit dan tenggelam, bukan saja terdapat keindahan, melainkan juga terdapat kebesaran Allah sang Pencipta. Ketika kita tidak mau berpikir dan merasa, tidak mau bersyukur dan terlalu fokus kepada materi, hal-hal besar dari terbit dan tenggelamnnya matahari pun berlalu menjadi rutinitas yang membosankan.
Jadi, berhentilah sejenak. Temukan banyak inspirasi dari terbit dan tenggelamnya matahari. Selamat berakhir pekan. Semoga pekan kedua di bulan Januari 2018 menjadi momen yang berkah dan patut dikenang selamanya.[]