The unpleasant aroma welcomed our arrival in Ngablak, Magelang, Central Java, Indonesia. Weather is a bit cloudy, but also not rain. Whereas usually, every afternoon Ngablak wet watered by rain, so according to local residents. But that afternoon, the rain did not disturb our arrival. The weather in Ngablak is very cool. A great time to find a little unforgettable warmth.
Where we stood, the big dairies seemed to be hanging with hard nipples like the index finger that led to the ground. When a woman squeezes the plump milk, from the tip of the nipple pouring out the white milk. Aah, the soft hand of women squeezing plump milk, is it a scene that gives birth to a sensation in the cold mountain? But in the eyes of many pairs of eyes?
Perhaps there is a certain sensation to watch the view that the squeezed milk does not belong to a dairy cow. Welcome to Kiltokan Village Sumberejo Village Ngablak Subdistrict, Magelang, Central Java. This is a group of dairy cattle farmers who fostered Bank Indonesia Branch of Central Java. In addition to the farmer's group of dairy cows, still the vegetable farmers who become the central bank in Indonesia is to improve the welfare of farmers.
I came with dozens of lecturers and deans of the Faculty of Economics of state universities across Indonesia at the invitation of Bank Indonesia. The farmers we met, confessing with the synergy of vegetables and dairy cows, their welfare can increase. When vegetable prices fall because of the harvest season, they can get the welfare of cow's milk.
Husbandry cattle breeding in Ngablak indeed uutilizesall the waste generated to provide optimal results for farmers. Cow manure is used for electric power. We watched how the dung cow manure was used to start the engine. Cow manure is also processed to become fertilizer used by farmers for vegetables. "So, cow dung is very valuable," said a farmer there when giving testimonials.
Although the location around the dairy farms that smelled less unpleasant, watching the milk pouring hard to bring its own happiness. The sound of cows, the flow of milk, and the unpleasant aroma is a rhythmic blend that promises the welfare of the peasants.
However, from the story of the farmers there, we also heard that many cows that are under great pressure due to their breasts are always squeezed, but not left unharmed. "If your breast is always kneaded, then left just like that, what is not stress?" Asked a farmer there to a student.
Ah, do not think too much about this part. I am just kidding. The joke about milk is always tempting, then it's up to you.[]
Ketika Susu Diremas, Airnya Mengucur Deras
Aroma kurang sedap menyambut kedatangan kami di Dusun Kledokan Desa Sumberjo Kecamatan Ngablak, Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Cuaca sedikit mendung, tetapi hujan tidak turun. Padahal biasanya, setiap sore Ngablak basah disiram hujan, begitulah menurut warga setempat. Tapi sore itu, hujan tak menganggu kedatangan kami. Cuaca di Ngablak sangat sejuk.
Saya memasukkan kedua telapak tangan ke dalam saku celana. Hmmm, saat yang tepat untuk mencari sedikit kehangatan yang tak terlupakan.
Di tempat kami berdiri, susu-susu besar tampak tergantung dengan puting-puting yang keras seperti telunjuk yang mengarah ke tanah. Saat seorang perempuan meremas susu-susu montok itu, dari ujung puting mengucur susu putih. Aah, tangan lembut perempuan yang meremas susu montok, apakah itu pemandangan yang melahirkan sensasi di tengah cuaca dingin pegunungan? Tapi di tengah tatapan banyak pasang mata dan tengah aroma busuk pula, apa nikmatnya?
Barangkali ada sensasi tertentu menyaksikan pemandangan itu bisa susu yang diremas itu bukan milik sapi perahan. Selamat datang di Dusun Kledokan Desa Sumberejo Kecamatan Ngablak, Magelang, Jawa Tengah. Ini adalah kelompok tani sapi perahan yang dibina Bank Indonesia Cabang Jawa Tengah. Selain kelopok tani sapi perahan, masih petani sayuran yang menjadi binaan bank sentral di Indonesia tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan para petani.
Saya datang bersama puluhan dosen dan dekan Fakultas Ekonomi perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia atas undangan Bank Indonesia. Para petani yang kami temui, mengaku dengan sinergisitas sayuran dan sapi perahan, kesejahteraan mereka bisa meningkat. Ketika harga sayuran turun karena musim panen raya, mereka bisa mendapatkan kesejahteraan dari susu sapi.
Peternakan sapi perahan di Ngablak memang memanfaatkan semua limbah yang dihasilkan untuk memberikan hasil optimal bagi petani. Kotoran sapi digunakan untuk tenaga listrik. Kami menyaksikan bagaimana kotoran sapi perahan tersebut digunakan untuk menyalakan mesin. Kotoran sapi juga diolah untuk menjadi pupuk yang digunakan petani untuk sayuran. “Jadi, kotoran sapi pun sangat bernilai,” ungkap seorang petani di sana ketika memberikan testimoni.
Meski lokasi di sekitar peternakan sapi perah itu menguarkan aroma yang kurang sedap, menyaksikan susu yang mengucur keras mendatangkan kebahagiaan tersendiri. Suara sapi, kucuran susu, dan aroma kurang sedap adalah perpaduan ritmis yang menjanjikan kesejahteraan para petani.
Namun, dari cerita petani di sana, kami juga mendengar bahwa banyak sapi betina yang mengalami tekanan hebat akibat susunya selalu diremas, tetapi tidak diapa-apakan. “Kalau susu Anda selalu diremas, lalu ditinggalkan begitu saja, apa tidak stress?” tanya seorang petani di sana kepada seorang mahasiswi.
Ah, jangan berpikir terlalu jauh tentang bagian ini. Saya hanya bercanda. Joke tentang susu memang selalu menggoda, selanjutnya terserah Anda.[]