Melaju dengan kecepatan tinggi mengejar mimpi memang tidak menjadi suatu yang salah. Namun perlu diingat, semakin cepat melajukan kendaraan Anda semakin besar pula potensi bahaya yang akan mengancam nyawa Anda.
Maka menyiapkan beberapa perlengkapan demi menjaga keselamatan adalah menu wajib bagi kita, salah satunya dengan memastikan rem kendaraan kita sedang dalam kondisi yang baik.
Rem adalah salah satu alat yang bisa menghentikan laju kendaraan saat kita ingin berhenti karena sudah tiba di tempat tujuan atau ketika sedang menghadapi situasi tak terduga yang memaksa kita harus menghentikan kendaraan kita. Rasanya akan sangat sulit mengendarai kendaraan bila tanpa dilengkapi dengan rem atau bahkan dengan kondisi rem yang tidak optimal.
Kehidupan manusia tak ubanya kendaraan, ada saat melaju dengan mulus, ada kala kita juga harus berjalan di jalan yang berlubang, bahkan untuk beberapa waktu kita juga harus memanjat. Lalu, apa yang akan menjadi rem bagi kita ketika saat dihadapkan dengan situasi yang membahayakan?
Istigfar adalah rem seperti halnya suatu alat yang ada pada kendaraan untuk menghentikan laju kecepatan. Pertanyaannya, apakah rem untuk manusia sama pentingnya dengan rem yang digunakan pada kendaraan?
Lebih kurangnya adalah sama, bahkan semakin banyak beban yang harus kita tanggung, semakin membutuhkan kondisi rem yang baik juga. Seperti orang bijak berkata, "Jangan seperti kayu yang tidak sempat mengatakan tidak pada api."
Maknanya apa? Kita bebas untuk memainkan peran kita, atau melajukan kendaraan kita dengan kecepatan yang kita inginkan. Tapi, kita juga harus siap ketika situasi buruk yang tak terduga menimpa kita. Karena di saat kita telah menjadi abu semua sudah terlambat, apalah arti abu dari kayu yang sudah di bakar.

Posted from my blog with SteemPress : http://ayuramona.epizy.com/2018/12/05/jangan-sampai-seperti-kayu-yang-tidak-sempat-mengatakan-tidak-pada-api/