Saat banyak media sedang menulis hebohnya Piala Dunia Rusia 2018. Masyarakat Indonesia dihembuskan berita bangga nan haru, adalah Lalu Muhammad Zohri yang berhasil menjuarai lomba lari pendek 100 meter pada kejuaraan yang digelar Asosiasi Internasional Federasi Atletik (IAAF World U-20 Championship).
Lalu Muhammad Zohri adalah pelari kelahiran Lombok, Nusa Tenggara Barat, 1 Juli 2000. Dia sempat tidak diunggulkan pada turnamen ini namun akhirnya Muhammad Zohri berhasil menjadi pelari tercepat dengan torehan waktu 20,18 detik.
Namun, prestasi yang membanggakan itu ternyata meninggalkan kisah haru kepada segenap warna Indonesia. Muhammad Zohri ternyata berjuang sendirian membawa nama Indonesia, Zohri berlari tanpa riuhnya sorak-sorai penonton yang bernyanyi untuknya.
Tak cuma tanpa penonton Muhammad Zohri juga kesulitan memperoleh bendera nasionalnya Indonesia saat dia sudah menyelesaikan tugasnya, menurut kabar yang beredar bendera merah putih yang di pakai Zohri adalah milik warga Polandia, dengan ibanya seorang pria bule itu berkata kepada Zohri "Pakailah benderaku dengan terbalik, maka ini akan terlihat seperti bendera negaramu".
Dengan kisah haru Muhammad Zohri ini, pantas jika masyarakat awam bertanya-tanya dimana peran Menpora ataupun peran Pemerintah umumnya dalam membina atlet, terlebih kepada anak bangsa yang mampu mengharumkan nama Indonesia dipentas Internasional.
Jika kelak kejadian serupa kembali terjadi, mau dimana kemana muka Indonesia dimata dunia?
Sebagai anak bangsa kita patut memberikan pujian dan terimakasih kepada Lalu Muhammad Zohri yang telah berjuang membawa nama Indonesia.
good-karma