Temanku! Masih ingatkah Anda kapan terakhir kalinya Anda berkunjung kerumah teman, saudara atau orang tua Anda sendiri? Saya yakin akan ada banyak jawaban yang berbeda. Bisa saja Anda sudah sangat lama tidak berjumpa dengan sahabat, kerabat atau orang tua Anda, bukan? Sekaranglah waktu yang tepat untuk kembali menyambung tali silaturrahmi dengan saudara kita. Ya, hari ini kita sedang berada tepat di tanggal 10 Dzulhijjah 1439 H, yaitu hari jatuhnya Idul Adha bagi umat Muslim di seluruh dunia khususnya Indonesia.
Sebagai umat Muslim kita sangat dituntut untuk menyambung tali silaturrahmi antara sesama saudara Muslim lainnya, sebagaimana Nabi Muhammad SAW bersabda pada sebuah hadist: "Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah dia menyambungkan silaturahim". Hadist tersebut sangat jelas menggambarkan bagaimana mulianya seorang Muslim yang mau menyambung tali silaturrahmi dengan Muslim lainnya.
Lalu, bagaimana makna dari silaturrahmi itu sendiri? Silaturrahmi dapat disimpulkan adalah upaya mempererat sebuah hubungan kekeluargaan dengan cara berkunjung ke rumah sahabat, saudara atau orang tua kita. Namun timbul tanda tanya tersendiri bagi kita, kenapa silaturrahmi ini begitu dianjurkan, bahkan memiliki konsekuensi yang sangat besar bila kita tidak mengindahkannya, hal itu dibenarkan dengan sebuah hadist: "Tidak akan masuk surga bagi orang-orang yang memutuskan tali silaturrahmi" (HR Bukhari & Muslim).
Baiklah, sebelum kita langsung menjawabnya, kita patut mengingat kembali status kita sebagai manusia, bahwa manusia adalah makhluk sosial. Karenanya, seorang manusia akan sangat sulit berkembang bila tanpa campur tangan dari saudaranya yang lain. Anda terlalu egois dan sombong bila mengatakan kalau Anda bisa hidup sendiri tanpa memerlukan bantuan dari saudara Anda lainnya. Lagi pula, Anda terlahir ke dunia ini dengan status sebagai bayi yang hanya bisa terus menangis meminta diberikan susu, bukan? Nah, sekilas kita sudah mendapatkan bayangan dari pertanyaan di atas tadi kenapa silaturrahmi ini begitu dianjurkan.
Lebih dari itu, sesama Muslim itu adalah saudara. Satu Muslim yang satu dengan yang lainnya adalah ibarat satu keluarga, bila seorang Muslim mendapatkan bencana, Muslim lainnya hendaklah ikut berjuang membantunya. Bukankah begitu yang selama ini sudah lebih dulu diperlihatkan oleh saudara Muslim kita. Justru pertanyaan besar ada pada diri Anda semua, alasan apa yang membuat Anda lebih mempertahankan untuk tidak mau menyambung silaturrahmi? Tidak akan ada celah yang membernarkan itu, Teman! Segeralah beranjak dari tempat tinggal Anda dan berkunjunglah ke rumah-rumah saudara Anda lainnya. Semoga di akhir hayat, kita dikelompokkan ke dalam orang-orang yang ikut menyambungkan tali silaturrahmi. Amiin..

Posted from my blog with SteemPress : http://ayuramonablog.epizy.com/2018/08/22/mari-manfaatkan-momen-idul-adha-sebagai-ajang-mempererat-tali-silaturrahmi/