CINTA itu kurang ajar! Belasan tahun hati ini kujaga dengan otakku agar tak menuliskan nama siapapun di permukaanya, tiba-tiba ia diabjati oleh cinta dengan namamu.
Selama ini, aku sigap menata hati agar tidak ada soalan apa-apa, tega-teganya cinta muncul yang serta merta mengubah segalanya. Semua menjadi tak karuan. Melatoninku pun ikut berhamburan kemana-mana. Aku ada dalam status siaga satu!
Kurasa, aku harus kembali menata hati. Dan ini bukan pekerjaan yang mudah. Sebuah kerja keras saja tak akan cukup untuk membersihkan hatiku dari ulah cinta yang mengukir namamu di sana.
Aku butuh bala bantuan! Aku butuh kamu! Apakah kau bersedia hapuskan namamu di hatiku?
Kau tidak mau mekakukannya, kan? Kau malah memberikan namamu warna yang lebih terang di hatiku.
Sekarang, aku harus bagai mana, cinta? Katakan apa maumu! Aku akan lakukan apapun untukmu kalau kau mau membantuku hapuskan namanya di hatiku. Kau bersedia?
Ternyata, aku tak bisa berbuat apa-apa. Tinggallah namamu bersemayam di hatiku selamanya. Ia seperti bongkahan karang di dasar lautan. Tak ada yang bisa menghancurkannya, kecuali Sang Pemilik keabadian!
Selamat pagi cinta. Kau memang jahat!
Bireuen, 30 Maret 2018.