kau predator hati! Kau sangat liar! Hatiku pun terpental! Aku tak punya kekuatan menangkalnya!
Aku harus bagai mana kalau kamu sudah menguasaiku?
Kau hanya bisa diam saja dan jangan pernah melawan kalau hatimu sudah kutawan! Aku kasihan kalau melihat hatimu lebam!
Tapi aku takut hati ini harus masuk UGD, sayang!
Tenang aja napa sih? Itu hatimu sudah kubius agar ia bisa kuperbaiki lagi, Hatimu sakit! Aku justru sedang berusaha menyembuhkannya! Kau bawel banget, sih! Entar hatimu kuiris-iris saja, kamu tahu rasa!
Ah, kau pelukis desah yang kejam! Kau terlalu liar! Aku gak bisa melawan? Awas! Lihat saja kalau hatiku sembuh! Desahan mu kubungkam!
Aku tidak berpikir bahwa kau sanggup membungkam mulutku untuk mendesah lebih parah! Justru aku akan mudah mengantisipasi semua yang kau rencanakan. Kamu lupa kalau hatimu sedang kutawan, ya! Ia mengatakan apapun tentang rencanamu! Kamu jangan main-main dengan hati! Kupatahkan, mau!
Hai wanita pelukis desah. Sekarang aku tak bisa berbuat apa-apa karena bagian terpenting dalam tubuhku sedang kau tawan. Tapi, aku akan lakukan sesuatu yang bisa membuatmu terdiam dan pasrah! Akan kupamungkaskan sesuatu, tunggu! Kau akan menyesal!
Palingan kamu hanya bisa ngomong doank! Aku lebih tahu! Hatimu sudah kugenggam! Mau kuapakan hatimu, sayang?!
Ah, wanita pelukis desah, aku selalu suka cara kau mendesah, meski hatiku kau genggam, tidak mengapa kok, untukmu, apa sih yang gak kurelakan?!
Selamat siang, mari kita berdoa untuk semua kebaikan.
Salam sukses!