"Nilai manusia adalah dengan kebaikan yang dikerjakannya"(Sayidina Ali Ra)
Di dalam lingkungan keluarga, lingkungan kerja atau organisasi dan lingkungan sosial, kebanyakan kita menilai orang lain. Proses ini merupakan bagian integral dari kehidupan nyata dan bisa sangat bernilai. Kita menunggu dikatakan bagaimana mana perilaku kita dan kemudian cenderung menerima apa yang dikatakan orang lain kepada kita, meskipun penilai mungkin tidak tahu kita dengan baik dan mungkin tidak mengerti wilayah - wilayah potensi kemampuan kita yang sangat penting.
Nilai diri tidak bersifat instan dan tidak terikat nilai pendidikan maupun status sosial. Ia justru dimatangkan oleh pengalaman di lapangan kehidupan, dari persoalan yang muncul atau dari kesalahan yang dibuat. Prinsipnya, jangan hanya bisa mengerjakan sesuatu, tapi jadilah ahli solusi yang memiliki gaya khas! Hanya dengan nilai tambah yang signifikan, kualitas diri kita menjadi "luar biasa"
Manfaatkanlah kebiasaan dan pengalaman harian dalam hidup kita untuk mengisinya dengan aktivitas terpuji. Jika kita ingin makan dan minum, pilihlah makanan dan minuman yang halal dan terbaik yang palingsesuai dengan kebutuhan serta kesehatan kita. Jika ingin berpakaian pakailah pakaian yang halal dan teebaik, nyaman dan sesuai tidak harus mahal namun mampu memberikan kesan yang baik bagi orang lain. Sebab pakaian dapat memengaruhi penampilan si pemakainya.
Jika kita ingin bergaul, beegaullah dengan orang-orang yang baik perilakunya dan ketaatan beragamanya, orang-orang yang berjiwa besar dan bersahaja, serta orang-orang sukses meraih kualitas hidupnya agar kita dapat meneladaninya. Sebab seorang itu tergantung kepada siapa dia bergaul.
Jika kita ingin berbicara, berbicaralah dengan pembicaraan yang baik, dengan bahasa yang sederhana, penuh makna dan mudah dipahami oleh lawan bi ara kita. Sebab, pembicaraan yang baik dapat mengantarkan pelakunya dan orang yang mendengarnya menemukan solusi atas berbagai promatika kehidupan yang sedang dihadapi.
Jika memberi sesuatu, berilah yang terbaik kepada siapa pun yang membutuhkan pemberian itu. Janganlah beeharap dari pembeeian tersebut kita mendapat pujian atau balasan yang banyak dari orang lain. Sebab pemberian yang tulus kepada orang lain merupakan berkas cahaya yang akan membimbing langkah kita menuju kesuksesan dan kebahagiaan.
Kehidupan ibarat ladang pertanian yang subur. Setiap benih yang kita sebarkan akan tumbuh dan memberikan hasil. Kalau benih kebaikan dan pelayanan yang kita taburkan maka akan memberikan hasil kebaikan dan kemudahan bagi kita. Jika kita telah berhasil mewujudkan yang terbaik dalam kehidupan ini, maka kita akan merasakan kebahagiaan dan kesuksesan selalu menghampiri kita.
SEMOGA BERMANFAAT
source