Sebagai kota pinggir laut Sigli tentu menjadi kota singgahan para pelaut. Belanda pun pada masanya tak luput perhatiannya pada Sigli.
Beberapa bangunan sebagai jejak kependudukan Belanda masih dapat dinikmati. Hanya saja keberadaannya kurang terawat.
Ini adalah bangunan fenomenal di Sigli. Menara air ini memiliki fondasi hingga 20 meter dengan bentuk tambah (+). Konon menurut cerita penduduk sekitar ketika bangunan toko baru didirikan, harus melewati fondasi menara air tersebut.
Toko yang didepannya juga bangunan klasik. Tidak hanya arsitekturnya,bila kita masuk kedalam maka kita akan mendapati dinding yang lebarnya lebih kurang 60cm. Hingga jika cuaca terlalu panaspun uap panas tak sampai ke dalam, ini juga mungkin dimaksud agar dindingnya tak tembus peluru.
Yang ini adalah pertokoan didepan terminal, konstruksi nya masih terawat. Andai saja terawat lebih baik mungkin kita bisa menikmati suasana kota tua seperti di Malaysia atau Singapura.
Ini adalah sisa perumahan Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA). Beberapa telah di bongkar menjadi toko. Beberapa lainnya di bongkar warga. Ini adalah penampakan salah satunya. Aroma arsitektur Eropa masih terasa kental.
Jalan-jalanlah ke Sigli jika ingin menikmati sisa nuansa kolonial.