Poster AWC-UI, designed by Morenk Beladro
Di tengah keindahan puisi, di dalam kenikmatan secangkir kopi, kita juga tak bisa menutup mata dari dunia yang semakin dibanjiri hoax dan benih-benih kebencian yang terus ditaburkan oleh mereka yang tak peduli kedamaian di dunia ini tercabik-cabik oleh nafsu politik yang mengadu domba perbedaan dan keragaman umat manusia. Saat itulah kita akan selalu terkenang Gusdur, sosok yang mengilhami untuk selalu menjaga kedamian dan merawat keragaman suku, bangsa dan agama sebagai bagian dari rahmat Tuhan agar kehidupan manusia lebih indah dan berwarna. Ketika sebagian umat Islam Indonesia yang mayoritas melakukan tindakan kekerasan saat menghadapi konflik-konflik dengan minoritas yang membuat citra Islam tampak keras dan bengis, Gusdur malah berpesan: "Kita butuh Islam ramah, bukan Islam ramah". Ketika ia dipaksa turun dari kursi Presiden, ia juga tak melawan, bahkan berujar: "Tak ada kekuasaan yang begitu berharga hingga harus dipertahankan dengan darah". Memasuki tahun politik, pesan-pesan Gusdur sangat relevan untuk kita gaungkan agar pertarungan politik berjalan dengan suasana damai dan sportif. Kami merindukanmu, Gus....