Selamat siang sahabat steemians semoga kita dalam keadaan sehat wal-afiat dan dapat beraktifitas seperti biasa nya pada kesempatan ini saya ingin berbagi tentang, teringat masa kecil disaat bersama ayah mencari ikan dan udang di sungai.
Melihat orang mencari ikan dan udang dengan menggunakan jala saya langsung teringat masa kecil, dulu bersama ayah saya mencari ikan di sungai untuk menu makan dan lebihnya kami jual untuk keperluan sehari-hari, karena kehidupan saya dari kecil sudah merasakan hidup susah alias miskin, jadi hidup miskin bagi saya sudah biasa tetapi saya terus mencoba untuk bisa hidup lebih baik dari dulu.
Tetapi saya tidak pernah menyalahkan orang tua saya karena miskin,karena beliau sudah bekerja keras untuk menafkahi kami, tidak tau teriknya matahari dan membahasi tubuhnya oleh hujan, beliau selalu siap mencari rezeki untuk anak dan istri. Kadang saya juga ikut bersama ayah untuk membantu mencari ikan dan udang kami menjelajahi setiap sungai yang ada.
Kadang sangat seru karena sambil mencari rezeki saya bisa berenang dengan gratis tidak perlu kekolam renang karena kami punya kolam renang yang sangat luas dan alami walau airnya asin makanya kami di pesisir kulitnya kebanyakan hitam seperti saya.
Air mataku terus mengalir ke pipi hingga membuat anak ku takut disaat melihat saya menangis, "ayah kenapa menangis, ayah tidak boleh menangis" dia pun menyapu air mataku dan saya senyum kearahnya dan memeluknya, saya pun berkata padanya, " nak begitulah ayah dulu mencari rezeki dengan kakek, jadi ayah teringat kakek, makanya air mata ayah jatuh tak terasa, ayah sangat rindu dengan kakek."
Anakku pun mengajak pulang karena takut melihat saya menangis lagi, inilah kisah nyata diriku yang selalu hidup serba kekurangan, semoga sahabat steemians menyukainya.