Rapai Pasee is one of the big drum instruments in North Aceh. ( Rapai Pasee adalah salah satu alat musik semacam tambur besar yang terdapat di Aceh Utara)
"Peunajoh timphan, piasan rapai" begitulah istilah yang sering saya dengar sejak saya kecil. Istilah ini tak tau kapan munculnya, dan siapa yang pertama mempopulerkannya. Istilah ini menunjukkan kedekatan dan kesukaan masyarakat Pasee terhadap kesenian rapai. "Timphan" adalah salah satu penganan yang sering kita jumpai. Kue ini di sukai oleh hampir semua orang.
"Rapai Pasee" art is usually performed at night. Usually the group "reach Pasee" consists of several small groups, then join into 2 or 3 large groups. This group came from various regions such as Blang Pha, Muling, Peurupok, and others. Each group has their chair and reach.
Kesenian "rapai Pasee" biasanya dipentaskan pada malam hari. Biasanya grup "rapai Pasee" terdiri dari beberapa kelompok kecil, kemudian bergabung kedalam 2 atau 3 kelompok besar. Kelompok ini datang dari berbagai wilayah seperti Blang Pha, Muling, Peurupok, dan lain-lain. Setiap kelompok memiliki ketua dan Rapai andalan mereka.
The community is watching the new arrivals, before the performance program. (Masyarakat sedang menyaksikan rapai yang baru datang, sebelum acara pementasan)
Penonton "rapai pasee" terdiri dari berbagai kalangan, ada laki-laki, perempuan, anak-anak dan tokohmasyarakat. Biasanya tempat pementasan " rapai pasee" di lapangan terbuka, dan dibuat tempat untuk menggantungkan Rapai. Acara rapai berlangsung dari jam 22.00 - 04.00 WIB.
"Sibrok" one of the names of Rapai who came from Blang Pha who had a big voice.("Sibrok" salah satu nama rapai yang berasal dari Blang Pha yang memiliki suara yang besar)
Setiap rapai memiliki nama seperti sibrok, siracun, boh beureutoh, putroe ijo, dan lain-lain. Suara antar rapai juga juga berbeda, ada yang besar dan ada juga yang suaranya kurang besar. Rapai andalan biasanya memiliki suara yang besar yang bisa di dengar dari jarak 15 km.
Reach from the Blang Pha group.(Rapai dari grup Blang Pha)
Conclusion
Penutup
Kesenian "Rapai Pasee" atau "Rapai Uroh" hanya terdapat di daerah Pasee Kabupaten Aceh Utara. Setiap pementasan palung kurang terdiri dari 2 grup besar dan 25 buah rapai. Pementasan biasanya dilakukan pada malam hari sampai menjelang subuh. Penontonnya terdiri dari berbagai macam kalangan penduduk.