Foto-1: source
Sahabat steemian yang berbahagia. Dalam kehidupan manusia, pasti ada sesuatu yang pasti terjadi menjadi momen spesial. Dan hal itu, rasanya sulit terlupakan bahkan tak akan terlupakan dengan cepat.
Masing-masing manusia, tentu memiliki hal yang spesial. Hanya orang tersebut yang mengetahui apakah peristiwa atau momen itu menjadi satu yang spesial dalam kehidupannya. Dan rasa spesial itu, sulit terungkap dengan ucapan kata-kata, apalagi dirangkai dalam jalinan hurup demi hurup menjadi kata dan kembali ditenun menjadi kalimat.
Karena sesuatu yang spesial itu jugalah, kali ini saya mencoba memposting kenangan indah yang menjadi satu hal yang spesial bagi saya dan kawan-kawan di tempat saya bekerja selama ini. Dan tulisan ini juga, “mematahkan” patron komitmen yang sudah saya tanam sejak awal #Ramadhan lalu, yakni akan memposting profil masjid yang ada di Aceh dan nusantara.
Tapi rasa ingin berbagi cerita, patron itu dengan berat hati saya “patahkan” sendiri. Saya berharap ini menjadi yang pertama dan terakhir. Setelah ini, kita lanjutkan komitmen untuk terus menulis profil masjid-masjid yang ada di Aceh hingga akhir #Ramadhan nantinya.
Lalu apa yang yang menjadi sesuatu yang spesial hingga “mematahkan” patron yang sudah terbangun hingga hari ke 13 #Ramadhan? Jawabannya, memang tak jauh dari ikhwal #Ramadhan itu sendiri, yakni buka puasa bersama dengan Keluarga Besar Harian Analisa dan Medan Bisnis perwakilan Banda Aceh.
Mengapa ini menjadi sesuatu yang spesial? Bukankan buka puasa bersama dalam bulan #Ramadhan ini hal yang bisa dan banyak dilakukan banyak pihak dari berbagai kalangan? Betul bahkan sangat betul sekali. Buka puasa bersama adalah hal yang lumrah dan lazim dilakukan banyak pihak dengan momentum bulan #Ramadhan seperti saat ini.
Hanya saja, bagi saya pribadi. Momentum buka puasa bersama ini bukan hanya sebatas makan-makan dan minum bersama-sama, setelah seharian berpuasa, menahan lapar dan dahaga. Namun, lewat momentum buka puasa ini, rasa persaudaraan dan kebersamaan itu bagaikan jalinan persaudaraan tanpa ikatan darah.
Tentu sahabat stemiaan paham tanpa ikatan darah ini. Maksudnya, persaudaraan yang kita jalin tersebut bukan karena pertalian saudara se-darah atau dengan kata lain bukan saudara karena pertalian darah se ibu se bapak saja.
Tentang pentinganya persaudaraan ini sendiri dengan jelas dan tegas dibahas dalam Al-quran dan Hadis Rasulullah SAW. Bahkan, Rasulullah dalam hadistnya dengan tegas menyatakan bahwa, persaudaraan itu ibarat tubuh manusia, dimana jika ada anggota tubuh yang terasa sakit, maka anggota tubuh lainnya juga ikut merasakan sakit tersebut.
"Sesungguhnya perumpamaan kaum muslimin, adalah seperti satu tubuh, jika ada bagian tubuhnya yang sakit, maka seluruh jasadnya turut merasakan." Hadist Riwayat: Mu'awiyah bin Abdullah bin Mu'awiyah bin Ashim bin Mundzir bin Az Zubair.
Foto-2: source
Dan ini jugalah yang kami rasakan seluruh rekan-rekan se kantor. Meskipun kami bukan saudara se darah, se ibu se bapak, namun kami merasakan bagaikan satu saudara kandung. Rasa perusadaraan ini terus kami bangun, meskipun sehari-hari kami jarang bertemu dalam satu kantor. Namun, bathin kami menyatu antara satu sama lainnya.
Saudara Steemit
Rasa persaudaraan tanpa ikatan darah ini, dalam pandangan saya juga terbangun dalam dunia Medis sosial (medsos) berbasis persaudaraan. Hal sederhana saja, meski kita tak kenal secara fisik antara satu dengan yang lain, namun di antara kita terus memberi semangat dalam bentu upvote, resteem dan hal lainnya.
Setidaknya, itulah yang saya rasakan dalam lima bulan terakhir saya bergabung dengan dunia nyata namun dalam batas maya ini. banyak dukungan dan motivasi yang diberikan banyak pihak, meski kita tidak kenal satu sama lainnya, kecuali hanya sebatas kenal nama akun saja.
Terakhir, mari terus kita jaga dan pupuk rasa persaudaraan ini. Tunjukan kita adalah satu dan berusaudara dalam konteks virtual, namun saling butuh satu sama lain, layaknya kita membutuhkan saudara se darah.