Sahabat steemian yang berbahagia.
Malam ini, bisa jadi, mungkin postingannya sangat tidak menarik dan yang terjelek dari 240-an postingan yang sudah saya lakukan di steemit yang sudah saya geluti sekitar 10 bulan ini. Jadi, sebelum melanjutkan tulisan ini, saya minta maaf terlebih dahulu.
Postingan malam ini sedikit narsis, karena menampilkan foto-foto sendiri dan sedikit bercerita tentang diri sendiri pula. Foto-foto dan cerita dalam tulisan ini, tentang acara “Keberni Gayo” di Aceh TV – TV lokal di Banda Aceh -- .
Dalam program dialog interaktif tersebut, saya diminta menjadi seorang nara sumbernya dan seorang lagi Zuhra Ruhmi, wartawan LintasGayo.co yang juga Kepala Sekolah Jurnalistik (SeJuk) LG.co.
Dalam program berdurasi 60 menit ini, kami bercerita tentang “Semangat menulis Urang Gayo”. Bagaimana tentang bakat orang Gayo sejak dulu hingga sekarang dalam bidang literasi ini. Lalu, bagaimana menggali potensi urang dalam hal menulis serta hal-hal lainnya menyangkut dunia tulis menulis.
Intinya, dalam dialog yang dipandu Drs Jamhuri seorang Dosen di UIN Ar-Raniry Banda Aceh ini, Gayo saat ini membutuhkan orang-orang yang memiliki bakat menulis dan mau menulis tentang daerahnya, agar cerita Gayo itu tidak menjadi kekeberen alias dongeng.
Memang, menulis tidak segampang kita berbicara. Bisa jadi, seseorang bisa mampu berbicara berjam-jam saat duduk di warung kopi. Namun, saat disuruh menulis apa yang dibicarakannya itu, agar bisa diketahui banyak orang, bukan saja satu atau dua orang yang menjadi kawan bicara di warung kopi tadi, mungkin sulit bisa dilakukan.
Jangankan menulis satu atau dua halaman, menulis satu atau dua paragraph saja mungkin, bisa mengakibatkan sakit kepala, pusing, mual-mual, perut kembung, badan meriang, keluar keringat dingin.
Jika ini yang terjadi, saya sarankan untuk segera ke dokter terdekat, periksa kesehatan. Karena itu bukan segala akibat tadi, bukan disebabkan karena menulis, namun itu penyakit sudah mengincar diri kita sendiri.. Hahahahaha….
Ok.. kita kembali ke soal tulis menulis tadi. Jadilah saksi sejarah untuk diri kita dan orang lain, dengan menjadi penulis. Seorang penulis bisa sata mati namun, karyanya tak akan mati sepanjang dunia ini masa ada.
Pertanyaannya:
Karena ini postingan narsis, maka pertanyaannya:
- Apa tulisan (postingan) di akun steemit saya ini yang paling para steemian sukai. Sebutkan judul dan tanggal tayangnya dengan sedikit alasannya. (Beri jawabannya di kolom komentar dari tulisan ini).
- Resteem tulisan (postingan) ini
- Tiga pemenang yang memberikan jawaban tepat dengan ulusan menarik, masing-masing mendapat @0,100 steem
- Batas waktu hingga Sabtu (10/11/2018) pukul 13.00 wib
Itu saja cerita kita malam ini. Selamat istirahat, semoga kita selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT. Aamiin..