Kita selalu was-was dalam melakukan sebuah kegiatan didalam bulan ramadhan atau ketika sedang berpuasa. Sebenarnya itu merupakan sebuah kewajaran demi menjaga dari segala sesuatu yang bisa membatalkan ibadah yang sedang kita lakukan, namun minim ilmu yang kita miliki sering membuat kita salah kaprah dalam menelai hal-hal tersebut. Contoh seperti orang tua yang selalu mengingatkan anaknya bahwa jangan menangis ketika sedang berpuasa karena bisa membatalkan puasa, sebenarnya hal tersebut tidak memiliki landasan sedikitpun.
Untuk lebih lanjut aku akan mencoba untuk mengurai beberapa hal yang dianggap bisa membatalkan puasa dan yang padahal sebenarnya tidaklah demikian. Beberapa hal tersebut aku dapatkan dalam pengajian atau ceramah-ceramah singkat yang aku ikuti dalam bulan ramadhan ini.
1. Menangis
Apa yang salah dengan menangis, karena sesungguhnya menangis adalah mengeluarkan air mata. Bahkan dikatakan bahwa bertaubat/meminta ampunlah sampai engkau meneteskan air matamu, atau setidaknya tangisilah dirimu sendiri karena tidak mampu menangis. Jadi sesungguhnya menangis tidaklah membatalkan puasa kecuali kita meminum air mata yang kita keluarkan dari tangisan tersebut.
2. Mendonorkan Darah
Kebanyakan orang takut untuk mendonorkan darah ketika berpuasa karena beranggapan bahwa hal tersebut bisa membatalkan puasa. Sebenarnya mendonorkan darah tidaklah membatalkan puasa, namun bagi si penerima darah jelas bahwa hal tersebut bisa membatalkan puasanya. Atau ada satu hal yang bisa membatalkan puasa bagi pendonor darah, yaitu apabila ia meminum kacang hijau yang biasanya disediakan para relawan PMI. 😂
3. Keramas
Banyak orang yang beranggapan bahwa keramas pada siang hari bisa membatalkan puasa yang tengah kita jalankan. Padahal tidak ada salahnya melakukan keramas selama niatnya untuk menjaga kebersihan, tetapi apabila air keramas tersebut kita minum maka secara otomatis puasa kita akan batal.
4. Menggosok Gigi
Jika kita enggan menggosok gigi karena beranggapan bahwa hal tersebut bisa membatalkan puasa, maka bisa dipastikan tidak ada orang yang akan dekat dengan kita ketika sedang berbicara. Sebenarnya tidak ada salahnya kita menggosok gigi selama hal tersebut tidak kita jadikan alasan untuk menghilangkan dahaga. Imam Syafi'i sendiri mengatakan bahwa menggosok gigi ketika berpuasa hukumnya makhruh, jadi ada baiknya kita menggosok gigi setelah sahur dan sebelum tiba waktu subuh.
5. Menalan Ludah
Terlalu banyak mengelurkan cairan bisa menyebabkan tubuh kita menjadi lemas, bayangkan jika kita terus menurus meludah setiap saat, maka berapa banyak cairan yang terus menerus kita keluarkan. Sebenarnya meludah tidaklah membatalkan puasa, kecuali setelah kita meludah kemudian ludah itu kita jilat kembali.
6. Berkumur
Hampir setiap orang selalu berkumur setelah membasuh telapak tangan pada saat berwudhu. Bahkan terdapat dalil tegas yang menyatakan diperbolehkan berkumur bagi orang yang sedang berpuasa dan ulama juga telah menyepakati hal tersebut. Jadi jelas bahwa kumur-kumur tidak dapat membatalkan puasa, tapi ingat janganlah berkumur dengan kuah kari karena itu jelas berbeda konteks ya.
7. Ngupil atau Korek Kuping
Yang terakhir ini paling banyak beredar di masyarakat kita, entah dari mana dasarnya kita sangat takut untuk membersihka kotoran telinga atau hidung karena beranggapan bahwa hal tersebut bisa membatalkan puasa. Jika alasannya karena memasukkan sesuatu kedalam tubuh, tentu ini tidaklah mendasar. Seandainya demikian maka berkumur juga bisa membatalkan puasa, namun seperti yang sudah kita bahas diatas bahwa berkumur tidaklah membatalkan puasa. Islam sendiri sangat cinta kebersihan, jadi bisa dibanyangkan bagaimana joroknya orang yang enggan membersihkan kotoran hidung dan telinganya.
Itulah beberapa hal yang sering kita anggap dapat membatalkan puasa namun sesungguhnya tidaklah benar demikian. Seperti yang telah kukatakan diatas bahwa pendapat ku ini hasil rangkuman dari beberapa sumber, jika ada yang salah mohon sudi kiranya dikoreksi dan berikanlah alasan dan dalil-dalil yang menguatkannya supaya tidak lagi terjadi kekeliruan dikemudian hari.
Wallahu a’lam “Dan Allah Maha Mengetahui."