Rapa'i merupakan alat musik tradisional Aceh yang ditabuh menggunakan tangan kosong, tidak menggunakan stik.
Rapa'i biasanya berperan untuk mengatur ritme, tempo, gemerincing saat lantunan syair-syair bernuansa Islami sedang dinyanyikan. •
Rapa'i dibawa oleh seorang penyiar Islam dari Baghdad bernama Syeh Rapi (ada yang menyebut Syeh Rifai) dan dimainkan untuk pertama kali di Ibukota Kerajaan Aceh, Banda Khalifak (sekarang Gampong Pandee, Banda Aceh) sekitar abad ke-11.
Ada pameo yang sering terdengar berisikan“peunajoh timphan, piasan rapa'i” yang artinya makanan khas orang Aceh adalah timpan (sejenis kue dari bahan tepung beras di dalamnya berisi kelapa dan gula aren, atau berisi sarikaya/aso kaya telur, dibungkus dengan daun pisang muda dan dikukus), kemudian piasan rapa'i yang diartikan sebagai alat musik hiburan adalah rapa'i.
Hari itu saya berkunjung ke salah satu desa di Aceh Besar, tepatnga di kampung kaye le komplek perumahan Kuwait.
Namanya Fajar Sidiq, saya akrab menyapanya dengan nama bang Fajar.
Beliau adalah salah satu pengrajin alat musik tradisional aceh.
Tidak hanya rapai saja, beliau juga memproduksi geundrang, seurunee kale, dan lain sebagainya.
Bang Fajar juga seorang seniman, dia sangat mahir meniup seruling dan seurunee kale.
Berikut adalah tahap-tahap pembuatan rapa'i
Rapai biasanya di mainkan oleh kaum laki-laki di acara-acara prosesi adat di aceh.
Dan juga sebagai pengiring alat musik modern seperti band.
Rapai ini juga terbagi beberapa macam menurut ukurannya.
Ada Rapai yang berukuran besar, dan harus di gantung. di sebut Rapai pasee
Rapai musik, berukuran sedang tidak terlalu besar.
Dan ada juga rapai geleng yang berukuran kecil.
Demikian postingan saya kali ini, semoga bermanfaat bagi kawan-kawan semua.
Ayoo lestarikan warisan budaya leluhur kita.!!!
[english]
Rapa'i is a traditional musical instrument of Aceh which beats using empty hands, not using sticks.
Rapa'i usually plays a role to regulate rhythm, tempo, jingle when chanting of Islamic sunglasses is being sung. •
Rapa'i was taken by an Islamist broadcaster from Baghdad called Syeh Rapi (some calling Sheikh Rifai) and played for the first time in the capital of Aceh Kingdom, Banda Khalifak (now Gampong Pandee, Banda Aceh) around the 11th century.
There is a papao that is often heard containing "peunajoh timphan, piasan rapa'i" which means Acehnese special food is timpan (a kind of rice powder cake in it contains coconut and palm sugar, or contains sarikaya / rich egg aso, wrapped in banana leaf young and steamed), then piapa rapa'i which is defined as musical instrument of entertainment is rapa'i.