Terasa, interaktif jaringan sosial platform Steemit terus meluas, membawa kita harus terus saling bertegur sapa melalui konten sejuta makna; humor, inspiratif, keindahan, religi, dan konten ilmu pengetahuan yang sangat mengedukasikan.
Sejatinya, Steemit mampu memberi sejuta rasa bagi penggunanya. Selama bersosialisasi login akun saya penuh semangat mengarungi lautan jejaring sosial ini. Beragam emosional steemians sering berluapan, baik sengaja maupun tanpa sadar terekspresikan. Ada yang kecewa dan ada juga bahagia meledak usai memperoleh upvote memuskan, jika istilah si ibu cantik
“bertuss.”
Perilaku ekspresi menunggu galau sering saya lihat, sekira 20 menit, usai user memposting konten hasil karyanya. Umumnya, mereka menunggu reaksi tanggapan terhadap karya yang telah melayang-layang di dunia maya sosial Steemit? Apakah hanya mendapat respon komentar saja atau beruntung memperoleh upvote dari rekan blogger lain. Namun malah ada yang sial, sampai disinggahi karena tercium aroma plagiat yang tidak orisinil.
Dari sejumlah upvote, mayoritas blogger Indonesia, khususnya sebagian besar steemians Aceh, pasti sangat menunggu kehadiran dua akun besar, seperti dan
jika keduanya telah mampir memberikan apresiasi berupa vote, maka user yang beruntung itu, dapat tidur nyenyak dan menghayal indah tentang kebahagian. Otomatis, penggerakan reputasinya tergerek meningkat dan reward berupa Steem Backed Dolar (SBD) akan terisi. Ehm, bahagianya.
Entahlah! saya belum tahu percis konkrit dan detilnya tentang alam steemians, karena baru 31 hari resmi memiliki akun ini. Namun pengalaman saya mengikuti perkembangan di komunitas kecil bernama Johan Pahlawan Steemit Community (JOPA-SC) yang masing-masing angka reputasi masih tergolong kecil-kecil, layak ikan teri, tentu sangat menanti kehadiran om dan pak
itu.
Seandainya di beranda blog kami ini, ada tersedia ruang untuk meracik kopi, tentu kedua kurator Indonesia ini, akan sering kami undang untuk menyeruput kenikmat kopi racikkan kami. Serta juga akan dipijit rilaksasi biar otot yang sedikit kaku kembali kendur, usai terlalu sering melakukan perjalanan (travel) ‘indah’ mengunjungi setiap lokasi nan menawan di Indoensia.
Sungguh berbahagia steemian tergabung dalam JOPA-SC, jika konten setiap postingan mendapat penilaian berupa vote dari kurator Indonesia itu. Biasanya, luapan kesenangan seakan tak pernah habis -habisnya, usai mendapat kunjungan kedua orang tangguh itu. Ngomong kami bisa lancar penuh optimis, wajah kami bisa senantian senyum, dan juga rajin baleni kopi teman. Beragam kelakuan ‘rasa puas’ yang konyol dan unik dipertontonkan teman-teman saya itu. Lucu dan mengasikkan.
Diantara mereka yang telah pernah beruntung;
berbeda dengan
bisa meledak bahagia jika disinggahi kurator Indonesia tersebut, bahkan sampai membikin posting “Mimpi Yang Nyata.”
Tapi kebahagiaan kami belum terasa lengkap, sebab masih ada teman, yang sampai kini belum mujur memperoleh sentuhan vote dari kedua orang hebat itu, adalah
dan
“Yang belum beruntung memperoleh upvote dari om
dan pak
semoga tetap terus semangat aktif melahirkan postingan unik dan menggemaskan!”
Meskipun masih jarang dan bahkan ada yang belum beruntung dikunjungi kedua orang hebat tersebut, kami dari JOPA-SC tetap semangat 45 bersosialisasi melalui platform Steemit, tapi jujur masih “ngarep,com juga sih untuk di vote!” karena selain bertambah teman dan ilmu pengetahuan, juga rasional, jika kami membayangi kumpulin pundi-pundi reward berupa SBD.
Secara pribadi, saya sangat terhibur, bahkan ada kepuasan muncul selama 31 hari bersteemitan, karena diberikan ruang berupa blog bagi penggunanya untuk mempostingkan setiap artikel hasil karyanya. Platform di dunia maya jenis ini, seakan memotivasi saya untuk menulis dan terus menulis, sambil membayangi kapan saya menjadi ‘pungo menulis’ layaknya penulis hebat di Aceh sekelas
Tapi sayang, sebab sampai sekarang saya masih belum dikasih pungo nulis layak yang sangat pungo dalam menulis. Semoga kelak saya di kasih pungo menulis biar jago menulis seperti
yang bisa bikin buku dan diundang orang-orang hebat layak salebritis pungo.
JANGAN LUPA BAHAGIA!