Tidak jarang, hal-hal sepele seperti inilah yang menyebabkan kepanikan di pagi hari. Walaupun aku kerap menghindarkan pagi yang hectic plus panik, sebab ini waktunya kita memulai hari, kan? Jadi kenapa memilih sesuatu yang sama sekali tak asyik? Santai aja kali.... Tapi ya, itu tadi. Ada si Tengah yang tidak bisa santai. Ia sudah jauh hari mempersiapkan diri, berusaha tidak telat dan bersungguh-sungguh. Biyya memang pantas dihargai. Pagi Akib selama sembilan tahun ia bersekolah, selalu santai. Bagaimana tidak santai kalau petunjuk jarum jam terasa sama saja. Mau di angka lima, enam, tujuh, atau delapan, asal masih terasa pagi, ya itu tetap pagi.
Sarapan santai, sanduk nasi, dikepal-kepal, di'plating' dulu, sekarang bertambah satu hobinya, difoto dulu 😂😂 Biyya mencak-mencak tak ingin terlambat. Maunya duduk paling depan dan sedikit mengangkat dagu dipuji Bu Ras datang lebih awal. Aku sering juga mengingatkan tentang mengharapkan pujian. Nanti Biyya akan menggerutu "iya, Biyya paham!" tapi begitulah ya, mungkin perasaan anak diterima dulu sebelum diintervensi.
Belum lagi Faza yang suka menuntut yang sama pula seperti abangnya. Dia suka sesuatu yang dibuat Akib. Misal minuman cokelat, sarapannya yang tak biasa, sudah begitu, minta diutamakan pula. Perhatikan gayanya melahap burger buatan Bang Akib-nya. Hahaha.
Sungguh salah satu momen yang layak untuk diingat.
#siblings #lovelytimes #timetoremember #motherhood #share2steem #myfamilymyteam
Posted from Instagram via Share2Steem