Image Source: pixabay.com
Alkisah, terjadilah percakapan dalam sebuah konsultasi Kesehatan antara seorang pasien dengan seorang Dokter. Pasien adalah seorang yang notabenenya Gila dan Dokter adalah seorang yang seyogyanya mempunyai ilmu Kesehatan.
Image Source: pixabay.com
Seperti biasa, pemeriksaan awalpun dilakukan oleh Dokter. Dimulailah percakapan antara Pasien/Orang Gila/OrGil dengan Dokter.
OrGil: Bagaimana Dok, apakah saya baik-baik saja Dok?
Dokter:Tekanan darah anda normal. Apakah anda mempunyai keluhan?
OrGil: Jadi begini Dok.
Dokter: Silahkan ceritakan apa yang anda rasakan...!!!
Image Source: pixabay.com
OrGil: Semua berawal dari hubungan Keluarga.
Dokter: Hubungan Keluarga bagaimana? Bisa anda jelaskan lebih rinci?
OrGil: Semua berawal dari saya menikah dengan seorang janda Dok. Janda tersebut mempunyai seorang anak perempuan yang berusia 20 tahun Dok.
Dokter: Itu hal yang normal. Masalahnya dimana?
OrGil: Saya mempunyai seorang Ayah dengan status Duda Dok. Ayah saya tersebut merayu anak perempuan (anak tiri saya) tersebut Dok.
Dokter: Lalu apa yang terjadi?
OrGil: Anak tiri saya tersebut akhirnya menikah dengan Ayah kandung saya Dok.
Image Source: pixabay.com
Dokter: Lalu?
OrGil: Ya akhirnya anak tiri saya menjadi Ibu Tiri saya Dok.
Dokter: Iya anda benar. Lalu?
OrGil: Disisi lain, Ayah saya menjadi menantu saya Dok.
Dokter: Hmmm...Terus?
OrGil: Dua tahun kemudian Istri saya melahirkan anak saya.
Dokter: Selamat ya...
OrGil:Iya Dok. Terimakasih. Anak saya tersebut adalah adik dari Ibu tiri saya dan anak saya memanggil saya Ayah Dok. Saya juga bisa memanggil anak saya itu dengan panggilan Paman Dok.
Image Source: pixabay.com
Dokter: Saya mulai mual. Lalu?
OrGil: Beberapa tahun kemudian anak tiri saya dan Ayah kandung saya melahirkan seorang anak. Itu artinya dia adalah saudara saya.
Dokter: Lanjutkan.
OrGil: Dia memanggil saya Kakek. It artinya Istri saya adalah Ibu dari Ibu tiri saya. Yang merupakan nenek anak saya.
Dokter: Hmmm...
OrGl: Saya merupakan suami dari Istri Dok. Juga Kakek dari anak saya sendiri.
Dokter: Gila ni orang (dalam hatinya).
OrGil: Begitulah Dok hubungan dalam keluarga saya. Otak saya gak mampu berfikir lagi Dok.
Dokter: Saya juga bisa Ikut Gila dengan cerita anda.
Sekian...
