Bagi masyarakat pedesaan, Ceurapee (KBBI: Cerpelai) bukanlah suatu hal yang asing. Karena di lingkungan pedesaan, dimana tumbuhan semak belukar masih mudah di jumpai, Ceurapee sering kali mondar-mandir di jalanan atau lorong-lorong kecil.
Dan, bagi yang memelihara hewan ternak, baik ayam atau bebek, maka Ceurapee menjadi musuh atau momok yang sangat mengkhawatirkan. Soalnya Ceurapee sangat doyan terhadap ayam dan bebek.
Cara kerja Ceurape pun sulit di identifikasi. Karena dalam hal memangsa ayam atau bebek, Ceurape tidak pernah meninggalkan jejak. Sehingga pemilik ternak ayam atau bebek, bila mereka tak jeli mendata ternaknya, semisal menghitung saat masuk kandang atau keluar kandang ataupun sebaliknya. Maka dipastikan pemilik ternak tidak bakalan tahu, bahwa satu persatu ternaknya sudah berkurang di begal oleh Ceurape.
Karena itu, kita harus mengakui, Ceurapee sangat profesional dalam pekerjaannya; membobol kandang, memangsa ternak ayam atau bebek.
Akan tetapi, dari Ceurapee kita bisa mempelajari sesuatu. Wabilkhusus penikmat media Steemit, yang setiap harinya perlu melayang-udarakan satu atau dua postingan baik dalam bentuk tulisan atau gambar. Agar eksistensinya di media Steemit tidak pudar.
Seringkali yang kita dapatkan, para steemian --bahkan saya sendiri-- entah karena terlalu bersemangat atau karena hal lain, di dapati tulisannya yang sarat dengan berbagai kesalahan. Misalnya terdapat kata yang kurang hurufnya, kelebihan hurufnya, dan lain sebagainya.
Nah, ini menunjukkan (dan yakin saya) para Steemian dalam menghasilkan postingan masih kurang jeli dan teliti ketika menulis. Terlebih setelah menulis langsung mengeklik menu "post". Tidak melakukan serangkaian pengecekan atau pemeriksaan dulu terhadap kata-kata yang mungkin masih keliru.
Maka dari itu, saran saya, agar tulisan kita menjadi lebih berkualitas dan terminimalisir dari berbagai kesalahan, maka berkarya lah di Steemit seperti halnya kerja Ceurape dalam membobol kandang ayam atau bebek; jeli, teliti dan profesional. #nyanban