KAUM HAWA memang diciptakan dengan kelembutan. Kiprah perempuan yang tak lepas dari rutinitas sebagai ibu rumah tangga yang berkewajiban mengurus “keluarga”. Menyongsong peringatan Hari Kartini pada bulan April mendatang. Malam ini saya ingin menyuguhkan sosok perempuan tangguh dan pandai bela diri, mereka adalah anggota dari Tapak Suci Taiwan. Saya menyaksikan penampilan beliau di acara Musyarawah Cabang Istimwa Muhammadiyah (Musycabis) Taiwan.
Mereka menampilkan bela diri yang sangat memukau. Kekuatannya tidak bisa dianggap remeh temeh. Sayangnya, karena kami sama-sama sibuk, dan saya juga panitia di acara tersebut, jadi kami tidak sempat bercerita banyak lebar. Di sela-sela percskapan, saya sempat bertanya, apa alasan mereka bergabung ke dalam Tapak Suci, mereka menjawab karena Selain sebagai bela diri, gerakan Tapak Suci juga baik untuk kesehatan.
Penampilan Tapak Suci di Halaman Museum Nasional Taiwan
“Jadi sembari menjalani hobi, berlatih menjaga diri, kami juga melakukan olahraga untuk menjaga kesehatan,” tutur salah satu pendekar wanita tersebut.
Tapak Suci Taiwan resmi didirikan pada 17 Juli 2016 di gedung Sun yet Sun Memorial Hall silam. Awalnya semua anggota merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berprofesi sebagai pekerja ataupun pelajar di Taiwan. Namun, saat ini bahkan penduduk local juga tertarik mengikuti olahraga bela diri tersebut. Saya pribadi menyaksikan penampilan mereka langsung sebanyak tiga kali. Yakni saat acara pemilihan kecantikan sebuah media di Taiwan, saat pergelaran budaya di halaman Museum Nasional Taiwan, dan terakhir perhelatan Musycabis yang diadakan di auditorium Taiwan Medical University (TMU) pada Minggu kemarin, bersamaan dengan launching KSI-Chapter Taiwan.
Ini membuktikan, seiring kemajuan zaman, kiprah perempuan semakin maju dalam mensejajarkan dengan laki-laki. Perempuan adalah mahluk tangguh dan memiliki kesabaran melebihi laki-laki. Wanita memiliki kekuatan yang luar biasayang tak dimiliki mahluk lain, yaitu CINTA, empati dan kesetiaan. Waniat adalah sumber kehidupan. Yang siap mempertaruhkan hidupnya, untuk kehidupan baru.
Wanita ibarat bunga, yang jika dikasar akan dalam memperlakukannya, maka keindahannya akan rusak. Maka sayangilah wanita, sebagaimana menyayangi ibu tercinta.
Bertarung tetapi beda senjata. Mereka menggunakan pena.
Taiwan 25 Maret 2018
Cukup sekian dahulu postingan kali ini, semoga memantik semangat para perempuan untuk terus berkarya. Baik di Steemit dan dalam kehidupan sehari-hari.