Beberapa waktu lalu, saya bertemu dengan seorang sutradara yang akan mengadopsi Cerpen saya yang terpilih dalam Literature Award of Migrants (TLAM), 2017, Pria bernama Nathan Liu tersebut menyuguhi saya berberapa pertanyaan seputar naskah, karakter tokoh utama yang bernama Arini, dengan panggilan Lily.
Di antara pertanyaan yang dilontarkan untuk pembuatan film yang diangkat dari karya tulisan saya bertajuk Merah adalah, pertanyaan nomor 15 yang paling menarik, yang artinya “Apa arti hijab menurut Anda?”
Beberapa pertanyaan yang dilontarkan
Bagi seorang wanita muslim, hijab adalah sebuah kehormatan. Di mana hidayah mengenakan hijab, justru saya dapatkan saat berada di Taiwan. Namun, di dalam hati saya terpatri, saat saya memutuskan berhijab, bukan hanya menutupkan sehelai kain di atas kepala. Bukan! Di dalam hijab ada nama keluarga, agama, dan bangsa Indonesia sebagai bangsa berpenduduk muslim terbesar di dunia. Jadi, Hijab adalah harga diri dan kehormatan yang harus dijaga dan dipertahankan. Sama seperti saya menjaga dan mencintai diri saya sendiri.
Opening MErah
Memang hijab bukan patokan pada seseorang, perihal akhlak baik ataupun buruk. Bagi saya pribadi, dengan berhjab, saya belajar untuk menjadi lebih baik. Dalam bertutur, tatakrama, dan adab dalam bermasyarakat. Karena untuk mengenakan hijab banyak sekali ujian yang saya dapati. Apalagi, Taiwan dengan notabene Islam sebagai minoritas di sini. Tatapan mata aneh kerap menghujani saat berpapasan dengan penduduk local di tempat umum. Namun, kepercayaan diri dan menjaga amanah berusaha saya jalankan.
Saya, Nathan Liu (kaus hitam), Sima (pengurus Brilliant Time Library)
Tidak sedikit yang meluncurkan pertanyaam, “Tidak panas yah? Musim panas mengenakan pakaian tertutup seperti itu?”
“Tidak. Karena ini sebuah keyakinan dalam agama saya, sebagai seorang muslim. Sepertihalnya kamu meyakini agama dan kepercayaanmu,” jawabku mantap.
Lambat laun, public pun dapat menerima kehadiran muslimah berhijab di Taiwan. Kami dapat hidup secara berdampingan. Saling menghargai kepercayaan masing-masing.
Taiwan, 8 November 2018