KEBERADAAN Steemit saat ini kian diterima di Pulau Formosa, sebutan lain dari negara Taiwan. Tak hanya di kalangan Pekerja Migran Indonesia (PMI), Kehadiran STEEM dan Steemit mampu mencuri perhatian kalangan pelajar Indonesia, yang saat ini tengah menyelesaikan program study master atau pun doktoral di sini.
"Wahhh … hebat yah, Steemian Indonesia kini bertebaran di Taiwan?"
Mungkin rekan-rekan bisa mengatakan demikian. Namun di balik semuanya banyak cerita dan pengalaman berharga yang saya dapatkan saat menjalani debut #promo-steem di sini.
Masih teringat, tiga bulan lalu saya masih sendiri sebagai pengguna Steemit dari Indonesia di sini. Lalu dengan penuh kasih Kakak dan Eyang
merengkuh saya dalam keluarga KSI-Chapter Bandung. Saya dan rekan-rekan pemula lainnya tumbuh dan belajar bersama. Sekereatif mungkin saya membuat postingan, agar dapat menarik perhatian rekan-rekan untuk singgah dan memberikan Upvote dari karya yang telah saya suguhkan.
Tiga Srikandi KSI-Chapter Taiwan:
Waktu pun merangkak begitu cepat, ibarat bayi umur saya saat itu baru tiga bulan. Terbersit di hati untuk melakukan #promo-steem lewat foto-foto yang saya unggah di media sosial, seperti instagram dan facebook. Dan benar saja, foto-foto tersebut, berhasil mengulik pertanyaan “Apa itu Steemit?” . Pertanyaan tersebut dilontarkan ole rekan saya yang kini telah bergabung dengan menggunakan akun@bundaumy.
Melakukan Promo pada Orang Terdekat
Kendala jarak dan waktu bertemu membuat saya sulit melakukan #promo-steem secara face to face.Akhirnya kusarankan pada teman-teman dekat untuk mendaftar terlebih dahulu di www.steemit.com. Tak lupa kuwanti-wanti, jika mendapat password, langkah pertama yaitu tolong amankan dahulu dengan cara mengcopy dan menyimpannya di lain tempat. Apakah saran yang saya berikan itu manjur? Tidak semuanya. Kenyataannya tidak sedikit dari mereka yang kehilangan password, sehingga mengharuskan mendaftar ulang kembali dengan menggunakan E-mail dan nomor HP yang berbeda.
Mengenalkan Steemit kepada rekan kuliah
Langkah Awal pun di Tuju
Meski hanya berjumlah lima orang, sebagai langkah aewal dari #promo-steem di Taiwan saya dan tema-teman lakukan. Dikukuhkanlah KSI-Chapter Taiwan dengan atas dukungan curator Indonesia dan rekan-rekan Steemian di Aceh, khususnya #team-hunter. Melalui postingan ini, tidak lupa saya mengucapkan terima kasih atas dukungan dan bantuannya. Sukses untuk kita semua. Resmilah Minggu (18/3/18) KSI-Chapter Taiwan terbentuk.
Keseriusan Mas
Setelah berdirinya keluarga kecil kami yang awalnya hanya terdiri dari ,
,
,
,
,
. Membuat saya semakin semangat melakukan #promo-steem di sini. Beberapa selebaran tentang logo Steemit, KSI, dan KSI-Chapter Taiwan selalu menjadi bagian benda yang harus saya bawa saat liburan selain kamera, handphone, alat tulis, dan alat make up simple tentunya. Hahaha (maklumlah Kaum). Saya melakukan promo kepada rekan-rekan yang kebetulan dekat dengan saya, entah itu kebetulan rekan kuliah, rekan liputan, rekan komunitas, atau pun rekan yang bareng kongkow-kongkow di aula Taipei Main Station (TMS).
Keseriusan teman liputan saat mendaftar Steemit
Alhasil kini di grup WhatsApp KSI-Chapter Taiwan berjumlah 21 orang. Ada yang sudah aktuf Blogging dan berselancar di Steemit, ada yang baru mendaftar, menunggu password, hingga ada juga yang menunggu lagi karena kehilangan password. Padahal kalau mengutip kalimat Bang Dilan “Menunggu itu berat, aku saya saja tidak kuat”. LOL….
Tapi inilah yang membuat tantangan untuk semakin mengenal Steemit. Dari kehilangan password tersebut, rekan-rekan jadi tahu, sehingga menyimpannya dengan baik, bak benda keramat yang sangat berharga.
Di dalam grup kami bersosialisasi dan berbagi pengalaman. Saya juga mengirimkan link-link postingan rekan-rekan Steeminas senior dalam memandu postingan di Steemit. Selalu saya tekankan, untuk meningkatkan kualitas konten, bersosialisasi dengan Steemians lain. Dan terapkan rasa saling menghormati satu dengan yang lainnya.
Kerikil pun Datang Menyandung.
Jalan tak selamanya lurus. Pasti aka nada onak kecil, dan kerikil yang menghadang. Begitu pula dengan perjuangan saya melakukan #promo-steem di sini. Kendala dan ujian pernah saya alami. Bahkan saya pernah disindir melalui status media sosial seseorang yang menyudutkan keberadaan saya yang mengenalkan Steemit. Namun, rintangan tersebut bukanlah apa-apa jika dibandingkan, bederetnya pesan yang bertanya, “Mba Steemit itu apa ya?”, “Mba, apa saja syaratnya untuk bergabung di Steemit?”, “Mba, bolehkah saya bergabung di Steemit?”.
Yang kesemua pertanyaan tersebut kadang tidak sempat saya jawab satu persatu. Justru sengaja saya buat menjadi sebuah postingan di Media sosial.
#promo-steem di facebook
Langkah-langkah kecil ini, kini semakin tertata. Karean banyak pihak yang mendukung keberadaan KSI-Chapter Taiwan. Baik itu dari rekan-rekan Steemians dan juga curator Indonesia, juga dukungan dari Steemian Taiwan yang salah satunya berdomisili di Kota Taipei, tempat di mana saya juga bekerja bekerja. Bahkan beliau sangat takjub atas semangat dan kebersamaan Steemian Indonesia yang berada di Taiwan. Beliau juga ingin sekali bertemu dengan kami.
Mba
Steemit merupakan media sosila sebagai sarana ”Belajar, Berkarya, dan Bonus pendapatan”. Dengan ketulusan dan itikad baik, rasanya semua yang didapat di plathform ini adalah nilai yang positive. Itulah sebabnya saya semakin semakin semangat melakukan #promo-steem dan menukarkan virus berkarya di bumi Formosa. Besar harapan saya, Steemit kian membawa Indonesia ke arah masa depan depan lebih baik, dengan penghidupan ekonomi yang layak.
Yeay! Akhirnya senyum kami pun mengembang!
Sekian dulu postingan kali ini. Tulisan ini saya ikut sertakan "Kontes Promo-Steem #2" yang diselenggarkan oleh Salah satu Steem Ambassador, Bang . Jika rekan-rekan ingin mengikuiti kontes tersebut, silakan simak di Kontest Promo Steem #2.
Semoga postingan ini bermanfaat, dan kian memantikan semangat kepad kita semua untuk terus melakukan #promo-steem di lingkungan sekitar kita.
Selamat berkarya!
Taiwan, 11 April 2018