BERGABUNG ke dalam sebuah komunitas atau pun organisasi, adalah salah satu cara memiliki kenalan sekaligus keluarga di kampung halaman. Namun, tidak dapat dipungkiri, harus selektif dan lebuh hati-hati bergabung ke dalam sebuah perkumpulan. Jangan sampai kita bergabung ke sebuah organisasi yang diam-diam merubuhkan fondasi keimanan dan berbau radikalisme.
Ini adalah potret berkumpulan organisasi pekerja migran Indonesia di Taiwan. Pada bulan Ramadan, mereka bersama-sama melakukan pembagian tajil buka puasa di sekitar Aula Taipei Main Station (TMS). Pelaksanaan pembagian dilakukan menjelang tiba saatnya buka puasa, yang dilakukan gabungan beberapa organinsasi di Taiwan. Menu yang dibagikan pun beragam, ada gorengan, roti, kurma, dan kolak pisang. Dari menu dan jajanan nusantara yang dibagikan, kolak pisang yang menjadi idaman rekan-rekan warga Indonesia di Sini.
Source
Bagi saya sendiri, kolak pisang merupakan menu spesial saat berbuka puasa. Dengan menikmati bukaan ini, mengobati kerindungan pada kampung halaman. Selama menjalankan ibadah puasa saya kerap membuat masakan ini. Meskipun kolak yang saya buat, tidak selezat masakan ibu di kampung halaman. Apalagi sulit mendapatkan pisang yang tua seperti di Indonesia. Dengan menikmati kolak, imajinasi saya terbawa ke Indonesia dan berkumpul dengan hangatnya sanak saudara dan keluarga.
Kembali pada pembagian tajil, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan tali silaturahmi dan meningkatkan ukhuwah Islamiah, bagi sesama umat Islam di Taiwan. Beberapa anak kecil yang tengah berada di aula sangat antusias dan senang sekali menerima tajil yang dibagi-bagikan. Berbuka puasa bersama meningkatkan kebersaaan dan kualitas beribadah di bulan Ramadan yang penuh berkah. Sekecil apa pun amal ibadah yang dilakukan, allah akan melipat gandakan pahalanya.
Ketika kehidupan tak lagi sama, Ramadan membuatnya purna dalam keikhlasan menerima.
Taiwan, 30 Mei 2018