INDONESIA memiliki ciri kebudayaan dan keindahan alam yang memukau sehingga dijuluki untaian zambrud khatuliswa. Setiap adat istiadat dan kebudayaan yang menjadi ciri khas tersendiri atau identitas suatu daerah. Tak hanya dikagumi di negara asal --Indonesia, bahkan beberapa kebudayaan Indonesia telah mencuri perhatian internasional, dan kerap tampil di berbagai acara yang dilakukan di luar negeri, khususnya Taiwan.
Berikut saya akan memberikan sedikit ulasan, tentang kebudayaan apa saja yang digandrungi di Pulau Formosa ini.
1. Batik
Dewasa ini batik tidak hanya di kenakan Penduduk Indonesia. Namun, juga telah mencuri hati para penikmat batik di kalangan wisatawan. Termasuk penduduk lokal Taiwan. Pameran batik selalu menghiasai acara-acara kebudayaan, baik yang dihelat perwakilan pemerintah Indonesia (KDEI) ataupun acara penduduk lokal yang bekerja sama dengan organisasi dan perwakilan Indonesia di sini.
Bahkan pada tanggal 2 Oktober, Indonesia Diaspora Network (IDN) di Taiwan juga memperingati Hari Batik Nasional. Bertepatan dengan perayaan Idul Fitri Pada Minggu, 17 Juni 2018, insya Allah saya juga akan menjadi panitia dari MPM PCIM Taiwan bekerja yang sama dengan Global Worker Organization (GWO) mengadakan pelatihan membatik, yang mengundang pakar batik langsung dari Indonesia. Para peserta dapat berpraktik secara langsung bagaimana membuat batik menggunakan malam dan cating.
2. Reog Ponorogo
Mendengar kesenian Reog pasti identik dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu gaib. Kesenian yang berasal dari daerah Ponorogo, Jawa Timur ini menampilkan sosok Warok atau Gemblak. Kesenian ini sudah dua tahun berturut-turut mengisi perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan (HUT) RI, yang diselenggarakan di pelataran gedung bersejarah yaitu Museum Nasional Taiwan, di Kota Taipei.
Acara ini atas kerja sama pihak museum dengan organisasi mahasiswa Universitas Terbuka Taiwan (Himmas UT-Taiwan). Pertunjukan Reog Yang diberi nama Singo Barong Taiwan, tampil memukau sehingga menghipnotis para penonton, baik warga Indonesia, penduduk lokal, hingga wisatawan mancanegara.
3. Angklung
Jujur secara pribadi, saya mengetahui permainan angklung justru di Taiwan. Di daerah saya Lampung, tidak pernah melihat pertunjukan kebudayaan ini. Alat musik yang sudah terdaftar di UNESCO sebagai Karya Agung warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia, sejak November 2010. Dahulu Angklung dimainkan untuk dimainkan untuk memanggil Dewi Sri (Dewi Padi), agar turun ke bumi, sehingga tanaman dapat tumbuh subur dan masyarakat menjadi makmur.
Di Taiwan angklung sering dimainkan ibu-ibu KDEI atau mahasiswa Indonesia pada acara-acara tertentu atau perhelatan kebudayaan. Alat musik bambu yang berasal dari Jawa Barat ini, banyak digandrungi dan menarik hati penduduk lokal untuk memainkannya. Bahkan beberapa saat lalu, digelar acara parade angklung yang dihelat oleh Indonesia Diaspora Network Taiwan (IDN Taiwan). Acara tersebut diikuti oleh mahasiswa Indonesia dan pekerja migrants Indonesia di Taiwan.
Demikian sedikit ulasan saya tentang kebudayaan Indonesia yang kerap tampil dan menjadi primadona di pulau Formosa ini. Semoga bermanfaat dan menambah kecintaan kita terhadap kebudayaan Indonesia.
Kebudayaan itu memancarkan keindahan. Dengan menjaga kebudayaan, Indonesia akan lebih harmonis dan seimbang.
Taiwan, 4 Juni 2018