Hallo Teman-Teman Stemian.
Sebelumnya saya ingin ucapkan ribuan terimakasih kepada kedua currator kita Bang dan Bang
yang telah banyak memberi motivasi dan kontribusi penuh kepada seluruh para Steemian Indonesia.
Kali ini saya ingin membagi postingan yang sedikit berbeda dari biasanya yaitu sebuah karya puisi hasil cipta orang tua yaitu ayah saya. Sedikit cerita Ayah saya sudah memiliki kegemaran menulis puisi sejak beliau masih dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga sekarang beliau masih aktif terus menelurkan karya-karya puisinya.
Banyak puisi-puisi beliau yang tersimpan rapi dalam catatan buku sajak beliau bertahun tahun. Terpintas dikepala saya puisi-puisi ini harus diketahui banyak orang dan berbagi cerita lewat sebuah puisi dan pada akhirnya saya meminta puisi-puisi karyanya untuk diizinkan saya bagikan dalam postingan steemit saya, agar bisa dibaca orang banyak dan memotivasi atau bahkan luluh barangkali saat membaca puisi beliau hehhehehhhe...
Berikut salah satu puisi beliau dengan judul "Melukis Wajahmu ". semoga teman Steemian suka.
>tiada gunung yg tinggi... tak terlihat kebumi.. desiran angin menyapa pucuk-pucuk dedaunan.. adalah nyanyian untuk temukan jalan.. tlah kutulis sebuah kata untuk melukis wajahmu.. dimana dalam diamku bersemayam riuhmu.. aku tergelitik oleh tarian hasratmu.. dan kemana harus kucari seberkah cinta yang hilang... apa pada debu kering atau hiruk pikuk jalanan..