Banyak orang yang ingin menjadi kaya dengan bermain steemit dalam waktu yang instan namun sekedar berusahapun masih hitung-hitungan. Bagaimana kalau gagal, bagaimana kalau "biaya" yang dikeluarkan lebih banyak dari pendapatan yang akan diterima, bagaimana kalau tulisan diacuhkan dan dianggap sebagai hiasan tanpa arti, dan rentetan bagaimana yang selalu dirapalkan layaknya mantra ajaib.
Kalau boleh menyela, bagaimana bila ajal menjemput dan tak sepeserpun "cinderamata" ditinggalkan untuk ahlul-bait karena tak pernah mencoba?
Berusaha itu layaknya kayuhan untuk menjalankan sekoci pada luas samudra, semua nyata tertutup kabut sementara, hingga sampai pada sebuah pulau harapan yang tak bertuan, tanpa tahu siapa dan apa yang akan menyambut di depan. Kesanggupan menghadapi semua jebakan kehidupan pun menjadi penentu kalah atau menang. Bahkan untuk sekedar mendapatkan perhatian dari hati yang belum mempunyai "tuan" pun butuh perjuangan.
Semua ada masa nya hingga waktu yang tak dapat diterka, bersabarlah karena yang MAHA KAYA sedang menjalankan Quality Controlnya. Semua ada celahnya ketika lorong-lorong waktu tertutup rapat untuk diterobos. Terakhir bersyukurlah meski sedikit pundi-pundi harapan yang terkumpulkan. Karena kaya itu hanya menunggu jemputan waktu dan kesabaran.