Dear Steemian Friends
Dalam beberapa hari harga steem dan SBD mengalami penurunan, namun apakah ini berdampak pada pengguna platform steemit? Bagaimana nasib steemit di masa yang akan datang dan bagaimana dampaknya terhadap tingkat pengangguran di Indonesia?
Ok. Kali ini saya akan mengajak steemian jalan-jalan menggunakan lorong waktu, sudah siap?
Pejamkan mata dan.... kita sampai pada tahun 2020. Tenang, jangan kaget karena tidak terlalu banyak perubahan di tahun ini, yang ada hanyalah persentase pengangguran berkurang.
Kenapa? Coba saksikan sekeliling mu, berapa banyak pengguna alat elektronik seperti android, notebook, dan itu teman mu yang pada tahun 2018 masih naik motor Supra. Sekarang lihatlah dia sudah menggunakan CRV. Ohhh ada juga si Helda, dia dulunya tidak pernah kemana-mana tapi sekarang lihatlah di layar android mu, baru saja dia memposting foto nya di luar negeri, dan itu bukan editan. Wah.. Si Baim juga tuh baru pulang umrah sama keluarganya. Kok bisa ya?
Saya akan coba menjawab, namun mari kita masuk ke lorong waktu lagi terlebih dahulu dan kita akan kembali ke tahun 2018.
Kita sudah sampai ke tahun 2018, jangan terlalu lama menutup mata, nanti hilang kesempatanmu untuk melihat perubahan. Kamu tahu apa yang membuat terjadinya perubahan? Saya terangkan sedikit ya. Anak muda Indonesia saat ini lebih kreatif karena mereka tidak mau menjadi beban negara lagi, malah mereka punya peluang yang besar untuk membantu meningkatkan kemakmuran rakyat.
Omong kosong! pasti itu jawabanmu
Karena saya tahu apa isi pikiranmu menanggapi perkataan saya saat ini. Pernah dengar steemit? Steemit itu adalah sebuah platform media sosial, bisa dibilang sama seperti blog. Bedanya karya mu lebih dianggap disini, apalagi kalau tulisanmu kreatif dan orisinil, pastinya akan banyak reward yang dihasilkan.
Sini saya tunjukkan bagaimana steemit berkembang pesat di Indonesia, dari data yang kita dapat untuk tahun 2018 bulan Januari saja sudah ada 356 orang kreatif yang terdata di seluruh Indonesia, mereka rela menghabiskan waktunya untuk menulis sekitar dua jam dalam sehari, coba bayangkan Dalam rotasi bumi selama kurang lebih 710 hari saja, semenjak steemit diciptakan sudah ada 356 orang Indonesia yang bergabung di steemit dan menghasilkan karya, tentunya mereka sudah merasakan hasil dari jerih payah nya kan.
Kalau perhari nya ada dua orang saja yang bergabung di steemit pada setiap propinsi, maka di awal tahun 2020 akan ada 23.430 orang baru yang ikut bergabung, katakanlah 10 persennya gagal di tengah jalan dan menyerah, masih ada 21.087 steemian Indonesia yang dapat membantu pemerintah dalam memberantas kemiskinan di seluruh Indonesia. Tambahkan dengan 356 orang sebelumnya, maka data yang kita hasilkan adalah 21.440 calon orang sukses dan kreatif yang terdapat di Indonesia. Lalu 1 orang katakanlah dapat membantu 10 orang lainnya, maka 214.400 orang akan terbantu dan bantuan kecil ini akan menjadi besar seperti efek bola salju, ujung-ujungnya angka pengangguran pun berkurang.
Bagaimana cara membantu mengurangi angka pengangguran? Dari penghasilanmu itu buatlah suatu usaha yang bermanfaat agar bisa membatu orang lain dan ajarkan mereka untuk menjadi kreatif. Nikmat bukan? Tidak hanya kekayaan harta yang kau dapatkan, hati mu juga akan terpenuhi oleh kepuasan jika itu terwujud.
Bagaimana kalau nantinya steemit collapse?
Tenang... yang namanya media sosial itu pastinya digemari banyak kalangan agar mereka eksis. Dan di steemit juga banyak hal yang bisa dikembangkan, apalagi steemit juga mempunyai mata uang sendiri yaitu steem yang bisa diperdagangkan di pasar crypto, pastinya akan dilirik oleh investor-investor bermodal besar. Itu artinya steemit bakal berkembang pesat di kemudian hari, dan pastinya akan ada para IT hebat dari seluruh penjuru dunia yang akan selalu memperbaharui sistem kerja steemit agar tidak ketinggalan jaman.